Sejak Rabu (23/5) sampai Jumat (25/5) sore ini, kami menggelar jajak pendapat untuk mengetahui apakah pembaca Yahoo! Indonesia setuju jika harus membayar untuk penggunaan kantung plastik.
Alasannya adalah kita dengan mudah mendapatkan kantung plastik dari tempat-tempat belanja. Begitu kita mendapatkannya, kita menyimpannya di rumah, berharap akan menggunakannya lagi saat berbelanja. Hanya saja, seringnya kita lupa, sehingga kantung plastik tersebut terus menumpuk. Kemudian, setelah menumpuk banyak, kita membuangnya.
Meski dibuang, sayangnya, kantung plastik akan tetap berada di tanah selama 1000 tahun sebelum akhirnya menghilang. Dan dalam jangka waktu 1000 tahun tersebut, plastik pun menyebabkan kematian 100 ribu hewan laut dalam setahun serta berpotensi merusak hutan Indonesia.
Setiap tahun, setiap orang di Indonesia menggunakan 700 tas plastik. Ini artinya setiap hari kita rata-rata menggunakan dua tas plastik sehari. Tumpukan sampah plastik di Indonesia pun mencapai 4000 ton sampah plastik per hari atau setara dengan pesawat 16 Boeing 747.
Cara paling efektif untuk mengurangi dampak kantung plastik pada hutan atau lautan kita adalah dengan mengurangi penggunaannya. Lalu kami menanyakan, apakah pembaca bersedia membayar ekstra untuk kantung plastik saat berbelanja? Tentu dengan maksud agar mengurangi penggunaannya. Daripada membayar, tentu orang akan lebih memilih untuk membawa tas belanja sendiri.
Hasilnya ternyata imbang.
Dari 1663 peserta jajak pendapat, 48% atau 795 orang menyatakan bersedia, sementara 52% atau 868 orang menyatakan tidak bersedia.
Kami ingin mengetahui, buat yang menyatakan bersedia, berapa harga tas plastik yang bersedia Anda bayar? Apa pertimbangan Anda sehingga bersedia membayar untuk kantung plastik, layanan yang selama ini menjadi sesuatu yang gratis?
Dan bagi yang menyatakan tidak bersedia, apa pertimbangan Anda? Dan apa menurut Anda alternatif yang lebih baik untuk mengurangi penggunaan kantung plastik?
Kami menunggu jawaban dan komentar Anda di bawah ini.
Penomoran Halaman
Berita Lainnya
- Elpiji 3 Kilogram Langka di Depok
- Rahasia Anggun Tampil Bugar
- Legislator Desak PNG Usut Tuntas Penembakan WNI
- iPad Bikin Anak Malas Membaca
- Garuda Kucurkan Rp 776 Juta untuk Bali yang Bersih
- Siapa Calon Gubernur Bali Unggul di Media Sosial?
- Jadi Juri X Factor, Anggun Tinggalkan Anak
- ?Ahli Gizi: Makanlah 10 Buah Setiap Harighiboo.com
- Dayak Nanga Raun, Kalimantan BaratYahoo! Indonesia
Pilihan Redaksi
1 - 4 dari 24
PEDOMAN KOMENTAR
Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.
Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.
Artikel Terpopuler
Bantu Beri Jawaban
Postingan Blog Pilihan
Setelah Bensin Bersubsidi Naik, Muncul Proyek Lanjutan
Newsroom Blog - Sen, 13 Mei 2013Proyek Beranak-pinak Pada KTP Elektronik
Newsroom Blog - Sen, 13 Mei 2013Artis dan Karir Politik
Newsroom Blog - Jum, 10 Mei 2013Fenomena Artis Berpolitik
Newsroom Blog - Jum, 10 Mei 2013Wajah Arsitektur Indonesia Dalam Penghargaan Aga Khan
Newsroom Blog - Jum, 10 Mei 2013Perubahan yang Tertunda di Malaysia
Newsroom Blog - Sen, 6 Mei 2013Antrian Harapan di Tempat Pemungutan Suara Pemilu Malaysia
Newsroom Blog - Min, 5 Mei 2013Kampanye 'Putri Reformasi' di Pasar Malam
Newsroom Blog - Jum, 3 Mei 2013Media yang Tak Seimbang Pada Pemilu Malaysia
Newsroom Blog - Jum, 3 Mei 2013Ujian Nasional Nan Menakutkan
Newsroom Blog - Jum, 3 Mei 2013
POLL
Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?
Memuat...
Hari Ini di Yahoo!
1 - 8 dari 43

