Jelajahi Yahoo! Bersama Teman-Teman Anda

Jelajahi berita, video, dan banyak lagi berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman Anda. Publikasikan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.

Pertama-tama,

AKTIVITAS TEMAN DI YAHOO!

    Newsroom Blog

    Jakarta Kota Konsumtif

     Apa pendapat Anda melihat baliho seperti di samping, yang sekarang ini banyak bertebaran di jalan-jalan utama Jakarta?

    Sebagian orang, termasuk saya, tidak menyukainya, karena menampilkan anak-anak terasa tidak etis. Selain itu, mengapa harus ada sosok gubernur? Memangnya untuk belanja masyarakat perlu direstui gubernur?

    Jaket kulit, yang rupa-rupanya memang sedang jadi status simbol para politisi (dan beberapa pengacara), terasa tidak peka, ketika dunia sedang tergugah oleh kasus-kasus kekerasan terhadap hewan. Jaket kulit itu citra ketidakberadaban.

    Bukan sekali ini saja orang mempersoalkan gemarnya gubernur Jakarta tampil dalam segala rupa iklan. Sebelumnya kita ingat ada kasus baliho raksasa setinggi belasan lantai dengan wajah gubernur yang juga sebesar belasan lantai di dinding Balai Kota. Ternyata gejala gemar mejeng di ruang publik ini sedang menjangkiti juga semua kota dan provinsi di Indonesia — kecuali beberapa kota.


    Di Jakarta ini banyak warga merasa tidak ada prestasi yang dapat dibanggakan. Tanpa prestasi kok gubernurnya mau mejeng melulu? Dari sudut pandang pencitraan, menurut saya dampaknya malah negatif: Gubernur jadi tampak konyol. Tapi, mungkin bagi yang mencintainya dan menasihatinya, tampil seperti itu membuat Gubernur tampak lucu dan keren.

    Singapore Great Sale 2011 menampilkan iklan tentang barang-barang, tanpa wajah perdana menteri, apalagi anak-anak. Terus terang, langsung, tanpa menampilkan hal yang tidak relevan.

    Jakarta Great Sale 2011 ini membuat sebal beberapa orang tua yang sayang anak, karena jadi langsung teringat banyaknya mal — ada 170 di seluruh Jabodetabek — yang selalu menimbulkan macet, turunnya air tanah, dan mungkin masalah-masalah lainnya. Bahkan sudah ada yang membuat gerakan “liburan tanpa ke mal” dan bahkan ingin stop pembangunan mal baru.

    Tetapi, pokok soalnya bukan hanya pada mal, yang menurut penelitian teman saya, Suryono Herlambang, hampir semuanya melampaui peraturan yang diizinkan pada rencana tata kota. Pokok soalnya adalah bahwa semua itu membuat Jakarta seolah konsumtif semata, sementara fasilitas mendasar yang diperlukan masyarakat untuk produktif (misalnya angkutan umum dan trotoar yang baik) justru tidak terpenuhi.

    Jakarta Great Sale dan mal itu seperti makanan cepat saji, kata Suryono Herlambang. Mereka bikin kenyang tapi tidak sehat dan mengalihkan perhatian dari apa yang mendasar lebih penting, apa yang sehat dan produktif.


    Marco Kusumawijaya adalah arsitek dan urbanis, peneliti dan penulis kota. Dia juga direktur RujakCenter for Urban Studies dan editor http://klikjkt.or.id.

    PEDOMAN KOMENTAR

    Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


    Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


    Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

     

    212 komentar

    • Isa Myers  •  9 bulan yang lalu
      @ Marco Kusumawijaya
      JAKARTA KOTA KONSUMTIF ???
      YAKIN LO ???
      LO UDAH CEK SELURUH JAKARTA BLM ???
      YG BIKIN JAKARTA JD KONSUMTIF KAN ORANG - ORANG INTELEK KAYA LO !!!
      ( IN = DALAM ) ( TELEK = TAI AYAM ) ( INTELEK = ORANG YG DALAMNYA TAI AYAM )
      • Tony 8 bulan yang lalu
        he bunng myers (ato apapun nama lo gw ga pduli)!
        ngomong ga pake otak ya...
        jgn krn lo GA MAMPU jadi orang dengan tingkat INTELEKTUALITAS tinggi lo boleh hina orang yg lbh baik dr lo...
        sdh ga bs apa2, lo tunjukin lo iri... malu-malu in banget... lo itu yang orang otaknya cuma isi tai ayam... GOBLOK!!!
    • Yoppi A  •  10 bulan yang lalu
      Prestasi yang digedein om Foke, jangan kumis aja digedein ampe segede sandal jepit! Lebih banyak taman lebih sehat, jangan mall dibanyakin, tubuh ga sehat, kantong juga ga sehat.. jangan nguber pendapatan, nguber kualitas kota dooong..!!!
    • Denny  •  10 bulan yang lalu
      9 dari 10 mobil dibeli dengan cara kredit.
      Demikian pula sepeda motor dan lain-lain.
      Penjualan dengan sistem kredit sedikit banyak mengakibatkan makin
      konsumtifnya masyarakat kita.
      Banyak yang beralasan demi kegiatan yang produktif, kenyataannya ????

      Kalo nurut saya sih, hentikan kredit2 macam ini.
      Hentikan penjualan mobil dan lain2 secara kredit.
      Siapa berani?
    • ANTI KORUPSI  •  8 bulan yang lalu
      GAMBAR - nya OKE.....tapi.....TETEP JAKARTA SEMRAWUUUUT......banyak jalanan jadi pasar,jadi pemberhentian ANGKOT,BIS,BAJAJ Dan lain-lain....UUUHUUUUY
    • ANTI KORUPSI  •  8 bulan yang lalu
      Mr......OK
    • ramamara  •  10 bulan yang lalu
      Hadeuhhhhh,, saya juga dah bosen maen ke mall mulu... buang2 duit truzzz... pengennya ya ada taman2 kayak di luar negeri gitu,, cuma buat duduk yang nyaman ajah,, heu
      • bunga 10 bulan yang lalu
        Di jakarta sbtlnya udah ada taman-taman yang cukup layak seperti taman suropati menteng, enak lho mbak kalau maen di sana, gratis lagi. Kalau hari minggu lebih asyik lagi karena ada untuk latihan Taman Suropati Orchestra, Main dech mbak ke Menteng
      • Ahman Nuriahman 10 bulan yang lalu
        jgn buang2 duit 'kasih anak yatim atau kesaya! mau cari teman kermh gue az....
      • Komandan Divisi Satu 10 bulan yang lalu
        setuju banget ma komen ini
        @bunga : tetep ga proposional dan kurang
    • Mochammad  •  10 bulan yang lalu
      Kehidupan Glamour dan Konsumeritif di Kota2 besar di Indonesia khususnya di Jakarta telah menimbulkan kehidupan masyarakat berlomba memenuhi tuntutan kebutuhan mewah itu dgn cara2 tdk terpuji, sikut sana sikut sini dalam mencari uang,sikap egois yg tinggi, kecenderungan Korupsi semakin tinggi karena tuntutan keluarga semakin terpengaruh kehidupan yg serba glamour itu, apabila imannya tidak kuat tingkat kriminal semakin tinggi karena memaksakan kehendak utk memenuhi tuntutan lingkungan...Mal2 dibangun..Cafe2 dibangun sedangkan penghasilan masyarakatnya masih jauh dibawah standard Kebutuhan Fisik Minimum..Bung Foke seharusnya dpt memberikan contoh ketauladanan yg baik agar masy dapat hidup sederhana krn masy Jakarta masih banyak yg jauh dibawah garis kemiskinan,, paling2 masyarakat yg berduit hanya berkisar 10 % sisanya berpenghasilan pas2an.
      • hahaha 10 bulan yang lalu
        Yang kaya semakin kaya, yg miskin semakin miskin. Nasib org kecil sungguh menderita. Kalau saja uang menyebar merata, tidak dikorupsi dan dimonopoli, pasti masyarakat Indonesia @#$% hidup sejahtera
      • Jebakan Betmen 10 bulan yang lalu
        brarti nae masuk yg 10% donk? :malu :o
      • Duk Xuncret 10 bulan yang lalu
        Jangan khawatir kawan2.......Pokoke segala hal di ibukota kita SERAHKAN SAJA PADA AHLINYA /Bung Foke,pastilah bereeees !!!!!!!!
    • ruri  •  10 bulan yang lalu
      Surabaya juga sekarang banyak mal...mulai driujung sampe ke ujung lagi..beuh!sby asliny udh panas makin tmbah panaaaas...
      Indonesia ini emang suka gegayaan ko, UMR kecil aja masih sok konsumtif...bangun mal bnyak2 biar keliatan megah...pdhl yo gak ngaruh!malah bikin duit rakyatnya makin cekak...
      Yang sepantasnyalah aja lah...bikin mal ya secukupnya aja...lahannya kan masih bisa dipake buat fasilitas lain yg lbih bermanfaat...

      Buat Pemerintah, tolong ya..jangan ajarkan kami untuk bersikap konsumtif ato sikap negatif lainnya (ex. korupsi)...beri kami contoh yang baik..semuanya buat kemajuan Indonesia juga ko!
      • Kopiholic 10 bulan yang lalu
        Iya.. sebel liat sby byk mall-nya. tuh grand city ga ada guna-nya menurut q..
      • Heru 10 bulan yang lalu
        Selain grancity, juga ada lenmarc (depan supermall), trs habis ini ada ciputra world (jalan mayjend sungkono),,,anak2 kecil sudah diajarin untuk konsumtif..jalan2 mintanya ke mall,
      • Naila 10 bulan yang lalu
        Semoga di Jombang tetap seperti sekarang ini, saya tidak suka ke Mall,
        daripada membangun Mall lebih baik membangun sekolah yang bagus bertaraf Internasional membangun rumah sakit yang bagus dengan kualitas Dokter seperti yang ada di Singapore, agar para koruptor tidak ada alasan lagi berobat ke Singapore dan tidak pulang pulang alias menghilang alasan berobat ternyata mengamankan aset.
        Semoga investor dan pengusaha yang ada di Surabaya melirik usaha wisata Agro dan kuliner, hayo siapa yang berani tanam modal di gang Dolly, menurut saya rubah gang Dolly dari tempat maksiat dan wisata ......menjadi wisata bunga dan kuliner.
        Total di bongkar di rubah dijadikan kebun bunga termasuk anggrek dijadikan tempat wisata yang atractive, dan educative, la penghuninya bagaimana? Mereka di bina dicarikan solusi di beri pekerjaan sebagai pedagang bunga di pinjami modal dengan bunga ringan di buatkan kios jualan makanan di promisikan ke manca negara di jadikan tempat wisata Agro di tengah kota, buah buahan bunga dan kuliner, makanan Surabaya kalau di kemas yang apik dan elegan akan sangat menarik banyak orang suka makanan Khas Surabaya sayang belum banyak di kembangkan dan kurang promosi seperti makanan padang yang terkenal di mana mana sampai manca negara.Semoga ada investor yang berminat, saya juga akan bergabung jualan segala macam jenis bunga dan buah saya juga menyukai kuliner organik makanan khas Jawa timur di modifikasi dengan makanan khas daerah lain juga makanan khas Negara lain hasilnya sungguh sangat menarik dan maknyus.
        Hentikan membangun Mall karena kemiskinan dan keterpurukan makin bertambah mari membuka peluang kerja agar kesenjangan dan ketimpangan tidak semakin mencolok mari berbagi dan memberi kail agar kemiskinan dan keterpurukan bisa diatasi, mari berhemat agar bisa menyisihkan sebagian rejeki untuk yang membutuhkan agar anak jalanan punya tempat tinggal dan bisa terus sekolah hidup ini indah kalau kita mau peduli dan melihat orang orang yang ada di sekeliling hidup nyaman dan tercukupi.
    • aloha  •  10 bulan yang lalu
      Gubernurnya lucu..cita-cita jadi model waktu muda, ga kesampaian, jadi sekarang mumpung punya jabatan, bisa disalurin sekalian..mungkin aja tema Jakarta Great Sale kali ini, snag gubernur merasa jadi Sinterklas yang mo bagi-bagi belanjaan ke anak-anak..Oalaa
      • iefa 10 bulan yang lalu
        wakaakakkakk...
        setujuuuu....
      • L.K 10 bulan yang lalu
        wakakakaahahahahaha, setuju buangeeet gan,....
      • Culum 10 bulan yang lalu
        setubuh gan.....
    • Reston Reston  •  10 bulan yang lalu
      JAKARTA? JUST LIKE HELL N HEAVEN ....4 ME THERES NOTHING TO BE PROUD OF....PEDAGANG TRADISIONAL MIIIIIINGGIRRRR DAN KEJEPIT.....PEJALAN KAKI MINIIIIIIINGGIR AMPE HAMBIR KETABRAK ATAU MASUK GOT.......PRODUK DLAM NEGERI JUAL AJA KE SURINAME ATAU GHANA LEBIH DI APRESIASI...... INSTEAD ORANG LBH BANGGA PAKE MADE ITALY....MADE IN USA....MADE IN TAIWAN.....MADE IN FRANE...NO WONDER PRODUK ASING MAKIN BETAH DI JAKARTA....BUANYAAAK PENGGEMARNYA....THEY KEEP ON SUCKING AND SCRETCHING YOUR POCKET....GAJIAN HANYA NUMPANG LEWAT ...BAYAR HUTANG....BAYAR CICILAN....BAYAR PENAMPILAN...BAYAR PRESTIS....KE SPA...PLASTIC SURGERY......AKHIRNYA BUKAN UANG YANG KERJA UNTUK KITA MALAH KITA DIPERBUDAK UANG...SO FRIENDS LETS START FROM US....BUAT MOTO...I AM THE MASTER OF THE MONEY...GUE YANG PRINTAH UANG MASUK/KELUAR BUKAN UANG YANG PRINTAH GUE.......P E A C E.......
    • aloha  •  10 bulan yang lalu
      ini nih Gubernur yang NARSIS ABIS,...dimana-mana, dalam even apapun selagi berbau jakarta wajahnya ga pernah absen, dikiranya dirinya ganteng kali..jangan over pede gitu dong pak ("emang gue pikirin" jargonnya, ampe bosan n muak dengernya)
      mbok ya pak beri kesempatan ke juara abang none kenape?? biar agak cantik dikit spanduknya
    • cabe rawitt  •  10 bulan yang lalu
      KALAU DILIHAT DARI SUDUT PANDANG ADVERTISING & DESAIN GRAFIS, KUALITAS POSTER INI SANGAT BURUK. IKLAN INI BERESIKO DITERTAWAKAN OLEH WALIKOTA METROPOLITAN LAIN DI SELURUH DUNIA. BEGINIKAH CARA JAKARTA MENJUAL DIRI?

      BANYAK TENAGA AHLI DI BIDANG GRAFIS INDONESIA TERPAKSA MEMBUAT KARYA KELAS KAMBING KARENA "TEKANANAN KLIEN"
      DALAM KASUS POSTER INI ADALAH KLIEN YANG SUPER NARSIS TAPI NORAK ABIS
    • Hadi  •  10 bulan yang lalu
      KAPAN SIH PARA PEMIMPIN NEGERI INI ADA YANG MAU MENGAJARKAN RAKYATNYA PRODUKTIF????

      KECILNYA AJA SUDAH DIAJARIN KONSUMTIF GIMANA GEDENYA!!!

      KONSUMTIF CENDERUNG MENJURUS TERBENTUKNYA KORUPSI!!
    • aloha  •  10 bulan yang lalu
      seharusnya judulnya bukan "Jakarta Great Sale", tapi "SI KUMIS MEMBAGI HADIAH" heheee
    • Medina  •  10 bulan yang lalu
      hebat ya pemerintahan indonesia...di jakarta aja sudah ada 170 mall sedangkan di provinsi kalimantan tengah di kota sampit 1 mall pun belum ada..
      terus aja bangun mall sampai jakarta tenggelam setelah tenggelam baru pindah ke palangka raya
      ckck....
    • muhammadyasin  •  10 bulan yang lalu
      dari pada buat bikin baliho yg ga penting..
      mending duitnya disumbangin untuk warga yg tidak mampu...
      >>>DASAR PEMIMPIN GAK PEKA SAMA PENDERITAAN RAKYAT<<
    • Anika Disini  •  10 bulan yang lalu
      masih mending banyak mall2 di indonesia jikalau produk2 yang dijual adalah produk negri sendiri dan harga yang relatif murah..
      ini mah..banyak mall tp produk2 yang dijual kebanyakan produk2 brand luar negri,udah gt harganya mahal2 bgt lg!!
      indonesia mah kebanyakan laga!!!
      padahal mah kalo diliat2 rakyat indonesia kebanyakan yang susah daripada yang kaya!!!

      lebih baik uangnya diberikan kepada orang2 yang tidak mampu. dan lahan2 yang kosong dijadikan lahan yang benar2 berguna buat negri ini.seperti taman kota.
      karna banyak anak2 ibukota yang kesulitan mencari tempat bermain.karna lahannya udah di eksploitasi oleh pembangunan ini itu.
    • Orang awam  •  10 bulan yang lalu
      Kok heran, kalau kerja Gubernur Foke hanya mejeng melulu, Masih ingatkah Anda, bahwa belaiu pernah mengatakan waktu kampanye, serahkan kepada ahlinya. Inilah satu bukti keahliannya, yaitu mejeng, walau pun tidak didukung oleh kinerja. Habis, mau bagaimana lagi.
    • .  •  10 bulan yang lalu
      bukan masalah orang cuma bisa berkomentar ya, tapi ini kan berita/artikel, dia sbg jurnalis punya tugas utk menyampaikan pendapatnya, untuk membudayakan masyarakat juga. hal seperti ini kan juga sarana pembentuk pendapat masyarakat. media massa dan pers itu kan elemen penting juga. jadi bukan berarti ngasih pandangan sebagai seorang jurnalis/columnist itu sama dengan tidak berbuat apa2. kalo bukan rakyat yang kritik pemerintah, siapa lagi? pejabat2 itu semuanya mana ada yang mau ngomong begini? memang benar kita hrs refleksi diri dulu, tapi kalo anda bilang urus aja urusan sendiri, scr ekstrim artinya kita masyarakat yg tidak acuh dong sama sekeliling kita. jadi buat apa ada koran dan majalah kalo gitu? menurut saya, asal komentarnya relevan dan membangun, itu baik, jangan sampai melecehkan aja.
    • Muhammad  •  10 bulan yang lalu
      2 jari tengah lah untuk si penguasa jakarta...

    Blog

    POLL

    Menurut Anda, apakah penahanan Angelina Sondakh akan berhasil mengungkap kasus korupsi anggaran Wisma Atlet?

    Memuat...
    Opsi Pilihan Jajak Pendapat