Jelajahi Yahoo! Bersama Teman-Teman Anda

Jelajahi berita, video, dan banyak lagi berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman Anda. Publikasikan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.

Pertama-tama,

AKTIVITAS TEMAN DI YAHOO!

    Newsroom Blog

    Jangan Terlena Rayuan Emas

    Magnet bisnis emas batangan memang luar biasa. Bukan hanya investor berpengalaman, bahkan ibu-ibu rumah tangga dan bujangan yang punya uang lebih ala kadarnya, ramai-ramai  belanja komoditas tersebut. Marketing yang menawarkan investasinya pun tak kalah gesit — sudah bisa datang ke rumah untuk presentasi.

    Karena itu, sebaiknya kita pahami beberapa hal yang mempengaruhi nilai investasi komoditas ini. Jangan sampai terkena bujuk rayu atau bahkan terkena hipnotis keuntungan semu.

    Inilah beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan investasi emas, baik melalui sistem gadai maupun jual-beli.




    Pertama, sadari bahwa sifat dari investasi — tak terkecuali investasi emas — cenderung spekulatif. Anda bisa untung, bisa juga rugi. Biasanya, untuk mengurangi potensi kerugian, digunakan perhitungan yang matang dengan memasukkan variabel yang berpengaruh. Baik positif maupun negatif.

    Untuk itulah, alangkah baiknya Anda menanamkan uang lebih (di luar biaya operasional bulanan) dan tidak sekaligus dalam satu jenis investasi.

    Kedua, jangan pernah berpikir dan tertipu rayuan bahwa harga emas selalu naik. Pada tahun ini saja sudah  beberapa kali terjadi fluktuasi. Harga September misalnya, lebih tinggi dibandingkan bulan Oktober. Kenaikan sebenarnya terjadi pada harga rata-rata tahunan.

    Namun, rata-rata kenaikan tahunan itu pun tidak selalu besar. Di bursa London, sepanjang tahun 2000-2001, perubahan harga emas malah negatif (-1,7 persen dan -3,9 persen). Atau, pada tahun 2005 dan 2009, kenaikan tahunannya cuma tiga persen.

    Satu-satunya periode yang kenaikan harganya mencapai angka 30-an persen, seperti banyak dijadikan simulasi perhitungan ketika sedang membujuk calon investor, adalah tahun 2008. Karena itu, bersikap kritislah terhadap bujukan pemasar atau orang yang akan mengelola investasi Anda.

    Ketiga, seperti komoditas lainnya, harga emas dipengaruhi oleh kondisi permintaan dan penawaran. Satu hal yang juga perlu diingat, Bank Indonesia juga melakukan jual beli emas — yang biasanya digunakan untuk menjaga stabilitas moneter. Tahun lalu, Bank Indonesia dan Dana Moneter Internasional (IMF) melepas sebanyak 53,2 ton emas.

    Ketika perubahan harga emas hanya tiga persen, yaitu pada tahun 2005 dan 2009, bank sentral dan IMF pada tahun sebelumnya mengguyur pasar dengan 395,8 dan 157 ton. Itulah data yang dilansir oleh World Gold Council.

    Saat ini, ada kesepakatan para bank  sentral yang disebut sebagai Central Bank Gold Agreement, agar emas yang dilepas di pasar tidak lebih dari 400 ton.

    Selain itu, indikator ekonomi makro seperti suku bunga, kurs, apalagi indikator pasar modal, bisa secara langsung mempengaruhi harga emas. Jika ada tawaran menarik dari suku bunga, atau ada gairah di pasar saham, dan bisa juga di pasar obligasi, aliran dana bisa berpindah. Para pemburu keuntungan akan meninggalkan emas.

    Keempat, jika pada akhirnya Anda memutuskan investasi di komoditas emas, jangan lupa mendiskon keuntungan nominal yang diperoleh dengan inflasi. Sehingga, yang didapat adalah keuntungan yang benar-benar riil atau nyata. Seandainya keuntungan yang diperoleh sesuai janji, katakanlah 15 persen, sementara inflasi rata-rata 6 persen, maka keuntungan yang riil adalah 9 persen.

    Namun, melongok data 2005 dan 2009, setelah didiskon oleh inflasi, maka justru kerugian yang makin besar.

    Selain itu, secara nominal perlu juga dikurangi untuk biaya penyimpanan jika ingin menyimpannya secara fisik atau biaya administrasi eandainya “dikuasakan” kepada manajer investasi.

    Karena itulah, kenalilah lahan investasi sebelum masuk ke dalamnya. Dan pastikan, dana yang diinvestasikan adalah dana lebih (bukan biaya sehari-hari). Jangan sampai malah terjerembab. Selain itu, ingatlah baik-baik pesan Warren Buffet, magnet bisnis Amerika yang kekayaannya mencapai $ 39 miliar: “Never invest in a business you cannot understand.”

    Buffett seolah ingin menegaskan, jangan sampai tersengat racun di balik rayuan manis investasi.

    Herry Gunawan jadi wartawan pada 1993 hingga awal 2008. Sempat jadi konsultan untuk kajian risiko berbisnis di Indonesia, kini kegiatannya riset, sekolah, serta menulis.

    PEDOMAN KOMENTAR

    Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


    Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


    Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

     

    659 komentar

    • Ali  •  5 bulan yang lalu
      yang jelas investasi yang paling aman tetap emas, harga emas kalau sekarang kebeli mobil yan sepuluh tahun tetap akan kebeli mobil, coba yang lain belum tentu
    • sri  •  5 bulan yang lalu
      investasi disegala bidang tetap ada resiko dan keuntungan...kalo mau buat tulisan..harusnya buat juga solusi atau trik strategi ttg emas gmn supaya tetap untung minmal terjaga dari inflasi.....ntar saya buat trik/strateginya...ya. mau gak....dapet keuntungan minimal 10 % ...hehehehe
    • Wonosari  •  5 bulan yang lalu
      investasi emas itu utk jangka panjang..paling gak 10 tahun. ya salah sendiri kalo mengharap keuntungan emas secara jangka pendek..itu gak akan mungkin
    • Wietno Chen  •  5 bulan yang lalu
      emas ga bisa dimakan, yg bisa tuh nasi. yah kl lg kekurangan pangan
    • sigit  •  5 bulan yang lalu
      Suatu Saat Uang tidak ada nilainya kembali, tetapi emas sejak dari zaman dulu sampai sekarang tetap stabil........
    • upin  •  5 bulan yang lalu
      MENDINGAN BISNIS MAS MAS AJA..KETAUAN BOBOTNYA
    • Triyatno  •  5 bulan yang lalu
      yang namanya berbisnis itu kan pasti ada resikonya,
      klo memang resikonya begitu dan kita udah tau akan positif da negatipnya,kenapa gak?
      kapan jadinya klo terlalu banyak pertimbangan....?
    • win  •  5 bulan yang lalu
      mari kita galakkan investasi emas, perbandingan uang dengan emas jauh sekali. untuk menumpang ekonomi keluarga kalau ada emas makin mudah, coba dech invest emas harganya selalu melambung terus. walaupun turun paling cuma sebentar, nanti naik lagi, nanti lama-lama uang tidak laku orang lebih cenderung ke emas. saya sudah merasakan sendiri punya uang dengan punya emas jauh berbeda....
    • Gustam  •  5 bulan yang lalu
      thanks infonya
    • Suhary Anto  •  5 bulan yang lalu
      yessss
    • SILALAHI  •  6 bulan yang lalu
      Kalo aku lebih suka berinvestasi dengan kebaikan dan keakraban dengan teman/sahabat, modal sikit, penarikan bisa banyak ... WK WK WK WK K H KHKKK .....
      • Antibeleqs 6 bulan yang lalu
        haah tidak tulus bersahabat motifnya hanya mencari keuntungan
    • Inge  •  5 bulan yang lalu
      gak gaul...
    • Fahriza  •  5 bulan yang lalu
      punya uang banyak, pasti punya emas banyak, buat apa disimpan/diinvesatikan !!!!! mending uangnya di buat usaha saja, biar bisa membuka lapangan pekerjaan yang banyak. Agar tingkat kemiskinan menurun.
    • Nurman Syah  •  5 bulan yang lalu
      ya itulah bisnis ada waktu rugi dan ada waktu untung
    • Johnny  •  6 bulan yang lalu
      Penulis ini jelas antek uang kertas dajjal Yahudi..
      • malink terhormat 5 bulan yang lalu
        iya.... bertahun-tahun kita bayar pake barang yang sama sekali tidak berharga..
        sama seperti membayar menggunakan kertas yang ditulis rp100000.....
    • danis  •  6 bulan yang lalu
      GAK NGEFEK...TETEP AJ GW INVEST EMAS...JIAAAA
      • Hans NeWBie 6 bulan yang lalu
        invest emas di bursa bro danis..:)
        hub i saya 085326628123
        saya akan berikan metode yg simple dan teruji aman..
        bisa di coba di demo account :)
    • Chity  •  6 bulan yang lalu
      mmmmm..
    • Saerozi,Drs  •  5 bulan yang lalu
      sumber daya alam indonesia sangat kaya dengan emas' jadilah investor yang mampu memanfaatkan sumber daya alam kita pasti mendapat keuntungan besar,halal dan bermanfaat bagi seluruh bangsa indonesia,dan sebahagian hasil keuntungannya dapat disalurkan kepada warga miskin, perlu diingat bahwa 40 % Produksi emas dunia didapat dari Bumi Pertiwi Indonesia
    • AHMAD CHOIRUDIN  •  6 bulan yang lalu
      gtu ya...
    • dino  •  6 bulan yang lalu
      dipikir pikir ya....

    Blog

    POLL

    Menurut Anda, apakah penahanan Angelina Sondakh akan berhasil mengungkap kasus korupsi anggaran Wisma Atlet?

    Memuat...
    Opsi Pilihan Jajak Pendapat