Jelajahi Yahoo! Bersama Teman-Teman Anda

Jelajahi berita, video, dan banyak lagi berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman Anda. Publikasikan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.

Pertama-tama,

AKTIVITAS TEMAN DI YAHOO!

    Newsroom Blog

    Kereta Api dan Masa Depan Kota

    Pekerja rumah tangga kami, asal Cilacap, mengatakan ia merasa tenteram sesudah pindah ke tempat tinggal kami di pusat kota sekarang, karena ada suara kereta api di dekatnya. Katanya, ada rasa “mau ke mana-mana gampang.”

    Bagi mereka yang tumbuh besar di Pulau Jawa, kereta api adalah sebuah kenangan manis dan pahit sekaligus. Kereta api, bagi banyak masyarakat desa dan kota kecil di Jawa, adalah sarana keterhubungan mendasar dan sangat penting.

    Baru-baru ini kita mendengar bahwa PT Kereta Api Indonesia akan memperlakukan stasiun-stasiun mereka sebagai benda cagar budaya, pusaka, peninggalan bersejarah. Tentu ada motivasi ekonomi di balik rencana itu. Antara lain, meningkatkan pendapatan perusahaan dengan mendayagunakan lahan dan bangunan milik perusahaan.

    Sejak dulu, di seluruh dunia, perusahaan layanan umum semacam kereta api dan pelabuhan memiliki banyak lahan. Ini model pembangunan zaman kolonial di akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Lahan itu bukan hanya digunakan untuk membangun sarana dan prasarananya sendiri, tetapi juga dimanfaatkan guna menghasilkan keuntungan yang kemudian sejatinya disalurkan kembali untuk meningkatkan pelayanan umum. Semoga semangat ini tetap bertahan.

    Kereta api adalah masa lalu dan masa depan. Di masa depan, kereta api merupakan alternatif yang diunggulkan dalam memasuki masa depan ekologis. Kereta api juga punya fungsi penting sebagai prasarana pemerataan ekonomi, memeratakan mobilitas semua golongan.

    Ia juga penting karena fungsi sosialnya: sebagai ruang khalayak, yang makin penting ketika sebagian besar masyarakat lintas wilayah justru bertemu di perjalanan, bukan di ruang khalayak yang diam seperti taman.

    Bangunan stasiun kereta api menarik bukan hanya karena arsitekturnya yang memang umumnya baik dan mengesankan. Tetapi juga karena ia bersama-sama dengan banyak fasilitas umum lainnya, terutama pasar, kantor pos, pintu air, dan lain-lain, mencerminkan suatu “sikap Eropa”.

    Bangunan umum itu harus tampil indah dan berharga, karena mencerminkan kepemilikan dan kekayaan bersama. Dan harus kuat, karena digunakan secara intensif oleh banyak orang. Ini sangat berharga untuk disemarakkan lagi, karena angkutan umum, termasuk kereta api, adalah sebenarnya alat integrasi masyarakat kota yang penting. Tanpanya, kota akan tercerai-berai.

    Marco Kusumawijaya adalah arsitek dan urbanis, peneliti dan penulis kota. Dia juga direktur RujakCenter for Urban Studies dan editor http://klikjkt.or.id.

    PEDOMAN KOMENTAR

    Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


    Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


    Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

     

    47 komentar

    • Rumput kecil  •  8 bulan yang lalu
      perkeretaapian merupakan transportasi masal / infrastruktur yang sangat vital dan harusnya ekonomis, karena daya angkut yang besar! tetapi kenapa di Indo kurang berkembangya? harusnya semua pulau besar dapat dihubungkan melalui kereta api, maka ekonomi rakyat di daerah bisa terangkat juga! memang mahalsih! tetapi kalau kita mau wujudkan "kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia", maka ini akan menjadi prioritas! mungkin solusinya bisa mengundang investor, swastanisasi, seperti bangun jalan tol saja, buka keran monopoli pemerintah! beban pemerintahpun jadi berkurang! satuhal lagi, karena banyaknya perlintasan kereta api dengan jalan raya, yang sudah banyak telan korban jiwa; harta dan waktu, kenapa semua rel kereta tidak dibuat diatas atau dibawah jalan raya, pokoknya harus hindari simpangan dengan jalan raya, kayanya semua orang juga tahu, tinggal adakah kemauan dari pemerintah (PT.KAI) untuk mencari solusi terbaiknya!
    • Eko  •  8 bulan yang lalu
      kereta api khan barang kasat mata kenapa kita (pemerintah) ndak bisa buat sendiri padahal punya PT.KAI ya khan?
    • Medy Hermawan  •  8 bulan yang lalu
      Pemerintah Indonesia memang gak bisa memelihara warisan jaman Belanda yang paling berharga ini, banyak jalur KA yang terlantar dengan alasan yang gak masuk akal. Padahal alasan yang benar kenapa pemerintah gak bisa memelihara apalagi mengembangkan KA di Indonesia adalah karena yang ada di pikiran pemerintah sekarang cuman ... wani piro???
    • Afri  •  8 bulan yang lalu
      aku copas yaaaa :) bagus sih artikelnya , tapi tetep sumber aku cantumkan
    • Intel Genit  •  8 bulan yang lalu
      sedih banget emang nasib kereta api di indonesia... udah mati suri!! dulu waktu jaman kolonial belanda aja semua pelosok bisa dijangkau oleh kereta api.. tapi bukannya dikembangkan malah dimatiin dengan alasan nggak ekonomis..!!! sekarang nggak ekonomis bwt siapa? bwt yg mau cari keuntungan apa bwt rakyat? masa dari puluhan ribu kilometer jalur rel kereta yg dibangun belanda, sekarang tinggal 10%..!!?? peliharanya aja nggak becus apalagi suruh bikin yang canggih..!!! benar2 ketinggalan ratusan tahun nih sistem transportasi di indonesia.... maluuuuu dweeeechhhh...!!!!
    • paula  •  8 bulan yang lalu
      kan gw ud bilang pt kai itu memperlakukan rakyat bagaikan tikus yang siap d basmi sednag presiden dan pejabat tinggi d perlakukan raja karena keretanya 180 derajat berbeda kalau kereta presiden 70000000 kali mewahnya kalau rakyat 70000000 bobroknya SAMA SEPERTI BESI TUA YANG SIAP D LOAKKAN
    • d_vap  •  8 bulan yang lalu
      kereta api K.A.I masih kayak kereta api jaman film perang
    • yokie  •  8 bulan yang lalu
      BUMN seperti PT KAI selalu rugi bukan karena minim dana tetapi terlalu banyak dana yang keluar. banyak lahan PT. KAI tidak dikelola dan bahkan jadi pemukiman kumuh. jadwal dan sistem yang juga jauh dari baik. semakin diperparah dengan logika yg tidak masuk akal bahwa setiap kenyaman harus di bayar lebih mahal. padahal kalau tata kelolanya baik dan sistem SDM serta manajemen profesional maka PT. KAI pasti bisa untung karena hampir pasti setiap KA yang beroperasi penuh sesak oleh penumpang yang seperti ikan sarden.
    • Setyawan  •  8 bulan yang lalu
      tidak berkembangnya KAI itu karena tidak adanya keberpihakan dan visi pemerintah RI terhadap sarana transportasi modern yg bersifat massal dan murah untuk jangka panjang. Coba kalo presidennya punya visi mau bangun rel double2x track di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Irian, saya percaya perkembangan daerah akan maju pesat. Disamping itu, rakyatnya juga harus sadar dan mempunyai rasa memiliki terhadap sarana tsb. Kadang2x suka enek ngeliat penumpang KRL yg masih bisa duduk dilantai, padahal KRL lagi penuh2xnya ...
    • Surya  •  8 bulan yang lalu
      bagi saya kereta api ( KRL Jakarta-Bogor ) adalah kenangan manis, jaman kuliah tahun 95 - 2000, menjadi alat transportasi utama saya (cepat & murah), pahitnya sih kalo kecopetan dompet & handphone, ga afdol kaya'nya kalo naik KRL ga ngalamin yg namanya kecopetan hehehe..
      • Surya 8 bulan yang lalu
        maksud saya, agar kenyamanan & keamanan juga menjadi perhatian utama pemerintah dalam mengelola kereata api
    • Teuku  •  8 bulan yang lalu
      kereta api memang transortasi andalan di masa kini dan masa mendatang...nggak kenal macet. sing penthing PT KAI profesional dalam mengelolanya dan masyarakat sebagai pengguna harus ikut menjaga"nya".tinggal contoh aja negara lain yg lebih OK dalam me manage kereta api
    • Leonhakim  •  9 bulan yang lalu
      Kasian PT. KAI hanya bagian ketempuhan doang. Tiap hari kita perhatikan penumpang berjubel yg naik KA tapi yg beli/bayar cuma berapa orang. Trus klo diliat perbandingannya antara pemasukan uang dengan pengeluaran/biaya kayaknya lebih gede biayanya deh.Dalam satu perjalanan aja biaya yg harus dikeluarkan misalnya untuk: Beli bahan bakar/listrik, awak KA (Masinis, As.Masinis, Kondektur, yg melihara KA dst..dst)..Trus klo di jalan: penjaga pintu, pemelihara Rel/jembatan dst.dst ....waaah..banyak banget. Naaah bandingkan dg harga tiketnya. Contoh KA dr Rangkas ke Tn.Abang 2000 perak, coba bandingkan dg tarif bis dari tempat yg sama 20 rebu perak. Iiiiiih...perbandingannya sepuluh kali lipat. Ini gambaran saya aja orang awam.....yaaah kasian atuh PT.KAI gak ada untungnya, padahal yg namanya KA Ekonomi paling banyak penumpangnya dan anggapan pemerhati pasti banyak nerima duitnya.Padahal yg bayar sih cuma beberapa orang, tapi....kalo yang naik bayar semua dan
      tarifnya wajar pasti deh maju KA kita. Ini mah hanya suara penumpang.... yg kasian,,,
      getooooh...
      • It's me 8 bulan yang lalu
        Udah murah masih banyak yg memilih gak beli tiket dan bayar 1000 perak ke oknum kondektur pemeriksa karcis...bener2 kereta amal :(
    • Princess  •  8 bulan yang lalu
      saya setuju dan sangat senang dengan tulisan Bapak. karena itu, perlu perbaikan infrastruktur dan manajemen transportasi publik khususnya kereta api yang sinergis berbasis pelayanan masyarakat yang memuaskan :)
      • Anto 8 bulan yang lalu
        beli tiket dulu...baru kereta api tidak akan merugi...
        setelah itu baru anda menuntut..
        jangan menuntut tapi ga pernah beli tiket....
    • erick  •  8 bulan yang lalu
      KPN YAAA PT KAI BSA MAJU,,,
      CUMA MIMPI TRNYATA
      ORG PT KAI UDA JADUL SMUAAAAAAAAA....
      MAJUIN PERKEMBANGAN KERTA API INDONESIA,, YG LAMA UDA KYA KRETA BINATANG, G LAYAK BWT MANUSIA,, KBYKN D KORUP DUIT YG BLI TIKET G SEBANDING YG D HARAPKAN
      • Anto 8 bulan yang lalu
        heyyy bung...beli tikettttt....
        baru komplain....lewat saja di lempar batu...
        gimana mau maju...
    • Pejuang Nasional  •  9 bulan yang lalu
      PT.KAI itu masih menggunakan peraturan-peraturan jaman Belanda dan Jepang, jadi jangan heran kalau dalam menjalankan bisnis mereka sangat monopoli dan tidak welcome pada swasta yang ingin ikut dalam bisnis angkutan KA ini, apalagi PT.KAI sekarang ini dibawah kontrol Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, jadi malah rebutan lahan Proyek dan aset yang ada, bagaimana mau maju, jadi ya sudah...... lama-lama kereta api hanya jadi sekedar cagar budaya saja.
    • Istomo  •  9 bulan yang lalu
      PT. KAI, kepanjangan dari Persero Terbatas Kereta Api INDONESIA, faktanya operasi angkutan jalan rel atau yang dikenal dengan angkutan KERETA API hanya beroperasi di Jawa dan Sumatera. Kalau kita mau melihat sejarah, karena oleh Bung Karno kita diminta untuk tidak meninggalkan sejarah. Pada masa penjajahan kolonial Belanda di Jawa dan Sumatera beroperasi 12 perusahaan K.A. swasta dan 1 perusahaan K.A. milik negara. Pada masa setelah Proklamsi Kemerdakaan perusahaan K.A. digabung menjadi satu dibawah manajemen Pemerintah RI waktu dengan nama DJAWATAN KERETA API REPUBLIK INDONESIA disingkat DKA RI dipimpin oleh seorang KEPALA DKA yang bertugas mengoperasikan angkutan KA. sedangkan pengawasan dan pembinaan dilakukan oleh Pemerintah RI waktu itu Kementerian Perhubungan, Tenaga dan Pekerjaan Umum yang berfungsi untuk mengeluarkan kebijakan (regulasi) dalam ini oleh DIREKTUR JENDERAL KERETA API (DDKA) berkedudukan di Balai Besar Kereta Api di Bandung. Perusahan angkutan KA experusahaann swasta milik Belanda adalah perusahaan DSM yang beroperasi di Sumatera Utara / Aceh yahng diserahkan kepada Pemerintah Indonsia / bergabung dengan DKA pada tahun 1963. Waktu penyerahan / penggabu8ngan ke DKA perusahan DSM adalah perusahaan yang untung. Pertanyaannya mengapa pada waktu berstatus perusahaan swasta (milik Belanda) perusahaa-perusahaan tsb. rata-rata tidak merugi, sedangkan sekarang setelah dikelola oleh Pemerintah RI sendiri, perusahaan ini tidak pernah untung, walaupun dari aspek sarana angkutan sudah lebih modern.
      Bagaimana kalau perusahaan BUMN ini dipecah kembali seperti masa pemerintaha Belanda, artinya dibentuk beberapa BUMN, misalnya untuk di pulau Jawa dibentuk PT. KA- I meliputi wilayah JABODETABEK, PT. KA- II meliputi Jawa Barat, PT. KA-III meliputi wilayah Jawa Tengah, PT. KA-IV meliputi wilayah Jawa Timu; semua BUMN di Jawa tsb mengutamakan angkutan penumpang; kemudian untuk melayani angkutan barang masing-masing dibentuk anak perusahaan dari BUMN masing-masing. Selanjutnya di pulau Sumatera dibentuk PT. KA V meliputi Sumatrera SElatan, PT KA VI meliputi Sumatera Barat, dan PT KA VI meliputi Sumatera Utara dan Aceh. Sedangkan pelaksanaan fungsi perawatan dan perbaikan yang selama ini dilakukan BALAI YASA; unit yang berfungsi melakukan perawatan dan perbaikan perlu dialihkan menjadi BUMN sendiri dari Balai Yasa (BY) Manggarai, BY Tegal, BY Yogjakarta, BY Surabaya-Gubeng, BY Lahat, BY Padang, dan BY Pulubrayan - Medan. BY ini diberitugas melakukan perawatan dan perbaikan sarana angkutan yang dioperasikan oleh BUMN PT. KA dengan pembayaran sesuai dengan biaya perawatan dan perbaikan yang disepakati. Sedangkan pelaksanaan fungsi pembinaan dan pengawasan atau berfungsi sebagai regulator diserahkan kepada PEMERINTAH dlam hal ni Kementerian Transportasi (sebelumnya bernama Kementeriaan Perhubungan) secara tekn oleh DIREKTORAT JENDERAL TRANSPORTASI JALAN REL. yang bertugas mengeluarkan peraturan-peratuan teknis yang berkaitan dengan pengoperasian angkutan jalan rel dan teknis perawatan dan perbaikan sarana angkutan jalan rel. Demikian secara singkat sekedar gagasan / wacana untuk perbaikan perusahaan angkutan jalan rel mendatang, semoga bermanfaat.
      • ANTO penumpang yang perdu ... 9 bulan yang lalu
        BELI TIKET BUNG....
        YANG UTAMA PENUMPANG MEMBELI TIKET...
        KALAU SEMUA PENUMPANG SUDAH MEMBELI TIKET SESUAI DENGAN RELASI DAN TUJUANNYA BARU KOMPLAIN...
        JANGAN KOMPLAIN TAPI TIDAK PERNAH MEMBELI TIKET..
        GIMANA MAU MAJU, PENUMPANG SAJA TIDAK PERDULI.
    • Baco Bolong  •  9 bulan yang lalu
      Perusahaan negara atau BUMN yang manakah saja untung atau tidak disubsidi ? kecuali yang bergerak dibidang moneter.
      Ayo kini saatnya pemerintrah berhenti dagang ! mending urus wilayahmu yang mau di caplok malaysia, hentikan eksport manusia, permudah perizinan usaha agar lapangan kerja terbuka.
      Kereta api, PLN, Pertamina, tidak maju-maju karena manja tidak ada saingannya.
    • snow_white  •  9 bulan yang lalu
      PT KAI harus komersial.
      Setasiun dibersihkan,dibuat nyaman.
      Bikin counter,mart atau undang saja mereka. KAI tinggal minta uang sewa.
      Barang yang dijual yang sesuai dengan penumpang kereta.
      Insya Allah dapat untung gede,bisa mensubsidi ongkos kereta.
      Pasti laku karena penumpang kereta kan banyak banget.
      Ayo..semangat...semangat...
    • ANTO penumpang yang perdu ...  •  9 bulan yang lalu
      SAYANG SEKALI....hanya SEDIKIT bahkan hanya SEGELINTIR ORANG YANG TAU, dimana letak kerugian PT. KERETA API (Persero). ANDA tidak pernah BERFIKIR, BERAPA RIBU ORANG PER HARI yang TIDAK PERNAH MEMBELI TIKET. Contoh yang ada adala PARA ANGGOTA TNI YANG TIDAK PERNAH MEMBELI KARCIS, dalam SATU PERJALANAN KA. Itu jika dalam satu KEBERANGKATAN KA KELAS EKONOMI, jika dikali kan beberapa KA YANG DI BERANGKATKAN DALAM SATU HARI. Itu hanya SATU DAERAH OPERASI sementara di PULAU JAWA ADA 10 DAERAH OPERASI, belum lagi di wilayah SUMATERA. Itu hanya SATU KELAS EKONOMI SAJA, sementara KERETA API MEMILIKI 3 KELAS yaitu EKONOMI, BISNIS DAN EKSEKUTIF. ANDA TENTU BISA BERFIKIR BAHKAN BERHITUNG !!! ini HANYA MENGHITUNG KERUGIAN OLEH ANGGOTA TNI yang KATA-NYA sebagai APARAT NEGARA yang MEMILIKI GAJI PERBULAN. Belum lagi PENUMPANG-PENUMPANG LIAR SEMACAM PEDAGANG ASONGAN dan GEMBEL-GEMBEL yang ADA DALAM SATU KEBERANGKATAN KA. PASTI ANDA BISA MENGHITUNG, BERAPA RIBU ORANG PER HARI yang TIDAK MEMBELI TIKET ???
      JIKA DALAM SATU BULAN ??? PASTINYA ANDA BISA MENGHITUNG SENDIRI...
      SANGAT MIRIS dengan KEADA'AN INI, FAKTA dan DATA yang NYATA. Itu HANYA MENGHITUNG KERUGIAN DALAM KEBERANGKATAN KA, belum lagi KERUGIAN DI BIDANG LAIN !!! Sebab saya pernah MENGHITUNG SENDIRI, karna BANYAK SEKALI dari BIDANG LAIN selain KEBERANGKATAN KA...yang JELAS...

      KERETA API ADA KARENA PENUMPANG !!!
      KERETA API MENJADI BAIK KARENA PENUMPANG !!!
      KERETA API RUSAK KARENA PENUMPANG !!!
      KERETA API JAYA KARENA PENUMPANG !!!
      dan
      KERETA API BISA TIADA KARENA PENUMPANG !!!
      ( maju terus KERETA API'KU)...
    • Randy Putra anugrah  •  9 bulan yang lalu
      naik kereta ekonomi murah meriah,jkt-kediri cuma 44.500......tergantung hoki kita,kalo lagi beruntung walau ekonomi toiletnya bersih airnya pun keluar..kursi bagus...tapi kalo lagi apes...toiletnya ga ada airnya....tolonglah walupun ekonomi harus diperhatikan toilet walaupun siapapun orangnya pasti butuh air

    Blog

    POLL

    Apakah Anda setuju dengan langkah polisi yang siap membubarkan konser Lady Gaga demi keamanan?

    Memuat...
    Opsi Pilihan Jajak Pendapat