Newsroom Blog

Menimbang Kandidat Gubernur dari Luar DKI Jakarta

Posisi Jakarta sebagai ibu kota negara membuat pemilihan gubernurnya seolah menjadi urusan skala nasional. Mungkin itu pula yang menyebabkan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Dewan Pertimbangan PDIP Taufiq Kiemas, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, sampai politisi PPP Djan Faridz sampai turun sendiri untuk mengacak-acak peta koalisi demi menentukan kandidat terbaik DKI 1.

Yang menarik, jika kampanye-kampanye gubernur DKI Jakarta sebelumnya sering menonjolkan unsur kedekatan lokal sang bakal calon gubernur dengan wilayah yang akan ia pimpin, kini ada kandidat-kandidat yang sudah jelas dari awal sangat lekat dengan daerah-daerah yang memberi mereka 'nama'. Asal wilayah sang kandidat jadi tak penting lagi.

Ada Joko Widodo, Wali Kota Solo yang kini mencoba peruntungan di Jakarta dengan ikut mendaftar sebagai bakal calon gubernur. Ada juga Alex Noerdin, Gubernur Sumatera Selatan. Pendamping Jokowi, Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama adalah Kabupaten Belitung Timur.

Di satu sisi, kandidat-kandidat ini memiliki jejak kesuksesan di wilayah masing-masing yang membuat partai-partai politik terkesima, sehingga kemudian mencalonkan mereka jadi Gubernur DKI Jakarta. Di sisi lain, masalah sebuah kota (dan kemungkinan solusinya) dirasakan oleh orang-orang yang tinggal di dalamnya. Lalu, bagaimana kemampuan para kandidat gubernur dari luar DKI Jakarta untuk memimpin dan menyelesaikan masalah di Ibu Kota?

Menurut Anda, apakah kandidat gubernur dari luar DKI Jakarta mampu mengatasi kemacetan dan banjir? Apakah faktor mereka berasal dari luar DKI Jakarta akan memberi mereka keunggulan atau kelemahan sebagai kandidat gubernur?

Apa yang bisa menjadi kelemahan mereka? Dan apa yang menjadi kelemahan mereka sebagai calon gubernur?

Tuliskan pendapat Anda di forum komentar di bawah ini.

POLL
Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL
Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat