Ramadi, Irak (AFP/ANTARA) - Pelaku bom bunuh diri dengan menggunakan mobil penuh dengan bahan peledak kembali terjadi di dekat rumah militan anti Al-Qaeda di wilayah barat Irak pada Jumat, menewaskan enam orang yang menjadikan korban terbaru dalam bergolaknya kerusuhan nasional.
Bom mobil bunuh diri di Ramadi, ibu kota provinsi Anbar yang didominasi kaum Sunni, menargetkan pejuang Sahwa, Rabah al-Bahiya tetapi dia tidak berada di rumah saar serangan tersebut.
Ledakan tersebut menewaskan enam orang, terdiri dari empat pria dan dua wanita, dan melukai 22 orang lainnya, termasuk lima wanita, menurut pengakuan petugas polisi dan medis di rumah sakit kota itu.
Sahwa terdiri dari suku Arab Sunni yang bergabung dengan militer Amerika Serikat dalam melawan Al-Qaeda mulai dari 2006, membantu meredakan gelomnbang pemberontakan.
Kekerasan terbaru terjadi di tengah meningkatnya aksi serangan bom bunuh diri, di mana Irak menderita serangkaian kerusuhan pada Juni yang menewaskan sedikitnya 282 orang tewas, menurut data yang dihimpun AFP, meskipun data pemerintah mengatakan 131 warga Irak telah meninggal.
Sementara kekerasan di Irak mulai mereda secara dramatis sejak puncaknya pada 2006-2007, serangan masih kerap terjadi di seluruh penjuru negara tersebut. (jk/mp)


Yahoo! OMG