Laporan Wartawan Tribunnews.com, Samuel Febriyanto
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebuah bom, meledak di wilayah Selatan Yaman, Sabtu (4/8/2012) malam, menewaskan lebih dari 30 orang dan melukai sedikitnya 23 orang.
Seperti informasi yang dilansir oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendragri) Yaman.
Meskipun tidak melansir detail dari insiden itu, pihak Kemendagri meyakini, pelaku menjadi salah satu korban yang tewas dalam insiden itu. Mereka juga memperkirakan korban tewas akan meningkat.
Hingga kini belum ada pihak yang menyatakan bertanggung jawab atas teror yang terjadi di kota Jaar, Provinsi Abyan, tersebut.
Dugaan terkuat adalah Al Qaeda yang bersumpah untuk membalas dendam terhadap suku-suku yang membantu Pemerintah Yaman, memerangi mereka.
Pada bulan Juni, militer Yaman, dengan dibantu para pejuang pro-pemerintah, berhasil merebut Kota Jaar dan Zinjibar dari tangan milisi Al Qaeda.
Setelah diusir keluar, kelompok ini bersumpah akan menargetkan mereka yang bekerjasama dengan militer melawan mereka.
Sejumlah saksi mata mengatakan, insiden di hari Sabtu itu terjadi di dalam sebuah acara kedukaan seorang milisi pro-Pemerintah.
Pelaku yang mengaku sebagai seorang mantan teman seperjuangan milisi tersebut, meledakan bom yang dibawa di tengah acara kedukaan.


