Bom Ranjau Tewaskan Delapan Warga Sipil Afghanistan

Kabul (AFP/ANTARA) - Bom ranjau jalanan Taliban menewaskan delapan warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak, di provinsi Helmand, Afghanistan, kata pemerintah, Selasa.


Ledakan terjadi pada Senin, di Musa Qala, sebuah distrik yang dipenuhi anggota Taliban di provinsi selatan itu yang juga melukai lima lainnya berjalan-jalan di wilayah yang dilanda pemberontakan, seperti yang dinyatakan kementerian dalam negeri.


"Delapan warga negara tidak bersalah tewas dan lima lainnya terluka dalam sebuah bom ranjau yang ditanam oleh musuh-musuh Afghanistan," katanya dalam sebuah pernyataan, yang mengacu kepada Taliban.


Ribuan warga sipil Afghanistan tewas dalam pemberontakan yang dilakukan Taliban hingga 10 tahun terakhir untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Hamid Karzai yang mendapat dukungan dari Amerika Serikat.


Para pemberontak menggunakan bom ranjau jalanan yang ditargetkan kepada tentara militer Afghanistan dan tentara asing, tetapi mereka sering salah sasaran dan membunuh warga sipil yang lalu-lalang di jalan yang sama.


Selama lima tahun terakhir, jumlah warga sipil tewas dalam perang terus meningkat, mencapai rekor 3.021 pada 2011, sebagian besar disebabkan oleh pemberontak, menurut data-data yang didapat dari PBB.


Tentara NATO yang dipimpin Amerika Serikat juga bertanggung jawab atas ratusan korban sipil setiap tahunnya, sebagian besar terjadi dari serangan udara yang ditujukan kepada gerilyawan di desa-desa Afghanistan. (jk/ml)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.