Liputan6.com, Jakarta: Polisi menduga terungkapnya bom rakitan di Tambora, Jakarta Barat karena ada kesalahan teknis dalam proses perakitan. "Masalah pengoplosan. Ada kesalahan teknis dan menimbulkan reaksi kimia sehingga mengeluarkan asap," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto di Jakarta, Kamis (6/9).
Dia menambahkan, akibat kesalahan teknis itu, rangkaian bom yang diduga sedang dirakit oleh Muhamad Toriq mengeluarkan banyak asap sehingga menimbulkan kecurigaan warga sekitar Jalan Teratai 7 Rt 02 Rw 04 Kelurahan Jembatan Lima, Tambora.
Namun, Rikwanto enggan menjelaskan apakah bom rakitan tersebut memiliki daya ledak tinggi atau rendah. Pasalnya, itu merupakan wewenang dari Tim Densus 88 Anti Teror Polri. "Nanti yang mengatakan itu high atau low explosive itu Densus. Perkembangan selanjutnya, masih dilakukan pencarian Toriq oleh Densus," katanya.
Polisi menduga Thorik mendapatkan keahlian merakit bom dari pekerjaan serabutan yang dijalaninya sebagai teknisi reparasi ponsel. Ditambahkan Rikwanto, bom rakitan tersebut diduga sedang dirangkai oleh Thorik di dalam kamarnya. Selain menemukan sejumlah peralatan pembuat bom, polisi juga menemukan buku-buku yang berisi tata cara pembuatan bom dan racun. (ARI)

