Jelajahi Yahoo! Bersama Teman-Teman Anda

Jelajahi berita, video, dan banyak lagi berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman Anda. Publikasikan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.

Pertama-tama,

AKTIVITAS TEMAN DI YAHOO!

    Born to Die...Lana

    REPUBLIKA.CO.ID, Buat para pemirsa saluran televisi musik, penikmat stasiun radio, atau pengamat dunia per-youtube-an, singel "Video Games" dari Elizabeth Grant alias Lana del Rey barangkali bukan barang baru. Nuansa nostalgia dari videoklip dan lagu tersebut membuat banyak orang penasaran. Tapi, apakah "Born to Die", album penuh dari Del Rey, sesuai dengan janji-janji manis dari singelnya yang meledak itu?

    Boleh sependapat boleh tidak, bagus atau tidaknya "Born to Die" bisa jadi sangat tergantung dari kecakapan anda berbahasa Inggris. Kali ini, kabar baiknya buat yang tak begitu cakap.

    Singkatnya, menyimak  lirik-lirik dari seantero album bukan pengalaman mendengarkan musik yang menggugah. Del Rey terdengar seperti gadis baik-baik yang mencoba terlalu keras untuk kedengaran "nakal." Dia bilang "I wanna kiss you hard in the pouring rain..." di lagu pembuka "Born to Die". Mengharapkan cinta abadi dari pria yang suka dengan " bad girls" di "Video Games". Minta dibawa kabur dengan mobil mewah di "National Anthem".

    Tak jarang, lirik yang cerdas membuat lagu dengan nada yang sederhana jadi hebat. Di album ini, sebaliknya. Nada-nada cerdas yang menyelamatkan lagu dari lirik- lirik yang dangkal. Saat lirik kita abaikan, betapa album ini adalah rekaman pop yang ciamik.

    Buat pendengar perdana, perpindahan nada dalam lagu-lagu ini bisa mengejutkan. Bagaimana "National Anthem" dibuka dengan potongan orkestra, kemudian ditingkahi repetan ala hiphop, dan disela dengan refrain yang megah... apik. Aransemen lagu yang kebanyakan memadukan sesi string dengan sampel drum tak pernah kedengaran salah pasang. 

    Suara Del Rey mungkin tak istimewa, namun karakternya digunakan dengan tepat. Bolehlah dibilang, Del Rey berhasil membawa nuansa retro-kontemporer dalam tiap lagu. Ada sendu yang seperti menghantui dalam cara Del Rey membawakan sejumlah lagu di album ini. Kendati tak sejujur "21"-nya Adele, ditengah serbuan penyanyi perempuan yang lebih pandai menari dengan (maaf) kutang dan cawat daripada menyanyi, "Born to Die" adalah angin segar. 

    PEDOMAN KOMENTAR

    Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


    Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


    Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

     

    Belum ada komentar

    POLL

    Menurut Anda, apakah penahanan Angelina Sondakh akan berhasil mengungkap kasus korupsi anggaran Wisma Atlet?

    Memuat...
    Opsi Pilihan Jajak Pendapat