INILAH.COM, Jakarta - Saat ini produksi minyak Indonesia mencapai 890 ribuan barel per hari dan 860 ribu barel secara year to date.
Diharapkan akhir tahun ini akan mengalami peningkatan menjadi 900 ribu barel per hari sehingga BP Migas mampu menekan defisit hingga menjadi 2 persen.
Menurut Deputi Pengendalian Operasi BP Migas Rudi Rubiandini, sejauh ini target yang paling realistis defisit 2 persen. Hal ini diharapkan akan tercapai pada bulan Juli 2012 saat beberapa sumur bor mulai berproduksi yang berasal dari West Madura offshore. "Saat ini dari tiga sumur yang baru, yang berproduksi baru satu. Dan diharapkan pada Juni nanti tiga sumur sudah berproduksi sehingga bisa menghasilkan kurang lebih 30 ribu barel per day," ujar Rudi.
Lebih lanjut Rudi pun menjelaskan bahwa pihaknya terus berupaya untuk meningkatkan produksi sehingga bisa menekan defisit menjadi 2 persen. Sejauh ini, menurut Rudi, pihaknya berusaha meningkatkan produksi lewat peningkatan sumur bor. "Saat ini sumur yang walk over mencapai 1.800 sumur dengan Chevron yang paling banyak," lanjutnya.
Sementara itu Rudi juga menjelaskan bahwa untuk blok Cepu saat ini ijin IMB sudah diperoleh sehingga diharapkan pada akhir tahun ini bisa mulai beroperasi. "Sejauh ini capaian produksi sebesar 886 ribu barel merupakan hasil yang maksimal. Untuk sumur bor tahun ini ditargetkan sebesar 120 sumur di seluruh Indoesia untuk pengembangan. Chevron paling banyak dengan 60 sumur. Walk over sampai 1.800 sumur. Artinya turunnya 14 persen dari jatuh ke 700 sekian, kita dongkrak menjadi 860. Itu sudah hasil kerja yang luar biasa," tutupnya. [cms]
TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Daerah Kabupaten Tanjungjabung Timur, Aripuddin, mengatakan PT Petro China menolak membantu bahan baku hasil gasnya untuk program pembangunan Perusahaan Listrik Tenaga Gas. Program ini digagas Bupati Tanjungjabung Timur Zumi Zola.

