Jelajahi Yahoo! Bersama Teman-Teman Anda

Jelajahi berita, video, dan banyak lagi berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman Anda. Publikasikan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.

Pertama-tama,

AKTIVITAS TEMAN DI YAHOO!

    BPK Diminta Audit Parkir Istana Rp 10 Miliar  

    TEMPO.CO, Semarang - Koordinator Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran Uchok Sky Khadafi meminta agar Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) segera melakukan audit investigasi terhadap anggaran dana pembangunan sarana parkir kendaraan beroda dua di Istana Presiden yang anggarannya mencapai Rp 10 miliar.

    Audit sangat penting karena dalam proyek renovasi tersebut ada berbagai kejanggalan, sehingga patut diduga ada indikasi penyelewengan. »Pertama, ini pemborosan sekali, meski menjadi Rp 10 miliar, tapi ini masih besar sekali, ini kemahalan. Kami minta BPK  melakukan audit investigasi terhadap adanya parkir Rp 10 miliar ini,” kata Uchok usai diskusi »Membaca Korupsi, Menulis Korupsi” di Semarang, Sabtu 28 Januari 2012.

    Uchok mempertanyakan untuk apa mengalokasikan anggaran renovasi parkir Istana hingga Rp 10 miliar. Sebab, renovasi tersebut tak ada kaitannya dengan kepentingan publik. »Bagaimana bisa disebut untuk kepentingan publik, jika warga saja mau masuk Istana protokoler Istana sangat ketat sekali,” katanya. Anggaran renovasi parkir itu dianggap sangat tak urgen sama sekali. Seharusnya pemerintah mengalokasikan anggaran ke publik, bukan hanya untuk kepentingan para pejabatnya sendiri.

    Ucok menambahkan adanya anggaran Rp 10 miliar ini menandakan Presiden RI Yudhoyono tak melakukan penghematan terhadap anggaran negara. »Dia selalu menyatakan ke mana-mana harus hemat tapi dia sendiri boros,” kata Ucok.

    Selain itu, Ucok menambahkan, adanya anggaran Rp 10 miliar untuk renovasi parkir ini menandakan bahwa alokasi anggaran hanya untuk para pejabat. Padahal untuk kebutuhan publik anggarannya harusnya banyak, seperti banyaknya jalan bolong yang hingga kini justru tak mendapatkan alokasi dana secara memadai.

    ROFIUDDIN

    PEDOMAN KOMENTAR

    Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


    Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


    Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

     

    3 komentar

    • Mulyono Warsam  •  3 bulan yang lalu
      mari bongkar semua borok nya......
    • Sasa Lesta  •  3 bulan yang lalu
      biar utang indonesia yg bayar tu orang2 yg pd serakah...

      jangn beban kn ma rakyat..dr naik na bbm, pajak... cm buat nyenengin mereka...najis amattttt
    • Myliebe  •  3 bulan yang lalu
      iyah audit ajah semuanya ( myliebe.me --find ur true love)