Mataram (ANTARA) - Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat Nusa Tenggara Barat Lombok Timur meraih predikat terbaik se-Indonesia dalam ketegori aset antara Rp50 miliar hingga Rp100 miliar versi majalah Infobank 2011-2012.
"Keberhasilan Perusahaan Derah (PD) Bank Perkreditan Rakyat (BPR) NTB Lombok Timur meraih predikat terbaik itu harus dipertahankan, bahkan jika perlu ditingkatkan," Kata Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy di Selong, Selasa.
Ia mengharapkan keberhasilan yang telah diraih itu harus dijaga dan ditingkatkan lagi dimasa mendatang melalui berbagai strategi dan dengan memperbaiki kelemahan guna mencapai kemajuan.
"Di balik keberhasilan itu masih banyak tantangan yang akan dihadapi dengan meningkatkan kinerja PD BPR NTB Lombok Timur, terutama dalam mengangkat industri kecil dan menengah dengan memberikan kredit yang mudah dan murah yang tidak memberatkan masyarakat yang menjadi nasabah," katanya.
Dia mengatakan, pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM)
menjadi salah satu langkah paling efektif dalam mengurangi angka kemiskinan termasuk bagaimana meningkatkan kualitas sumber daya manusia pengelola agar menghasilkan kinerja terbaik.
"Tantangan paling berat yang dihadpi PD BPR NTB Lombok Timur adalah bagaimana upaya mengatasi kredit macet, dengan menggunakan pola-pola yang baik, sehingga angka kredit macet bisa ditekan sekecil mungkin," kata Sukiman.
Menurut dia, berbagai keberhasilan telah diraih PD BPR NTB Lombok Timur dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Karena itu pemerintah daerah mengapresiasinya kinerja yang telah ditunjukkan menagemen PD BPR selama ini.
Prestasi yang berhasil diraih lembaga perkreditan milik pemerintah daerah itu, antara lain dalam peningkatan asset sebesar 37,41 persen dari Rp40,5 miliar tahun 2010 menjadi Rp55,7 miliar pada 2011.
Demikian juga juga penyaluran kredit meningkat sebesar 9,71 persen dari Rp32 miliar pada 2010 menjadi Rp35 miliar pada 2011, sementara penghimpunan dana pihak ketiga melalui tabungan dan deposito meningkat 64,94 persen dari Rp17,3 miliar tahun 2010 menjadi Rp28,6 miliar pada 2011.
Menurut dia, pendapatan meningkat dari 1,85 persen dari Rp10,4 miliar tahun 2010 menjadi Rp10,6 miliar pada 2011. Sementara kredit macet menurun dari 6,89 persen tahun 2010 menjadi 6,22 persen pada 2011.
Sementara non performing loan (NPL) atau kredit bermasalah menurun dari 4,68 persen menjadi 3,25 persen. Persentase ini di bawah standar tertinggi yang telah ditetapkan Bank Indonesia (BI) untuk lembaga perbankan yang sehat sebesar 5 persen
Tingkat kesehatan PD BPR NTB Lombok Timur menurut perhitungan bank pada 31 Desember 2011 tergolong sehat dengan total nilai kredit sebesar 95,20 persen," kata Sukiman Azmy. (tp)

