INILAH.COM, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan inflasi Agustus 2012 mendatang masih terkendali.
"Artinya, dibanding bulan yang sama tahun lalu tidak terjadi lonjakan-lonjakan (harga) sama sekali," ujar Kepala BPS Suryamin kepada INILAH.COM di Jakarta, Senin (19/8/2012).
Menurutnya, inflasi masih terkendali karena pengaruh lebaran tidak terlalu signifikan untuk memicu terjadinya inflasi. Meskipun masih tetap ada. "Minggu kemarin memang harga beras masih tinggi tapi tidak terlalu terjadi lonjakan. Bahkan untuk beberapa komoditas bahkan ada yang turun," tuturnya.
Yang jelas, lanjut Suryamin, dari awal lebaran dan awal liburan kelihatannya semua terkendali. "Mudah-mudahan hingga akhir tahun nanti kondisinya tetap seperti ini. Tinggal bagaimana tim yang terkait pengendalian inflasi nanti bisa bekerja lebih baik lagi," katanya.
Ditanya apakah angka inflasi Agustus bisa di bawah 1%, ia secara tidak langsung mengiyakannya. "Mudah-mudahan ya, karena sepanjang 3 minggu yang telah dilalui memang terlihat harga sangat terkendali. Saya kira tidak jauh dari (inflasi) bulan Juli lah," tandasnya.
Suryamin melihat kenaikan harga moderat terlihat pada beras, daging sapi, ayam, dan juga tahu serta tempe. "Tapi itu pun lonjakannya tidak terlalu tinggi," katanya.
Adapun inflasi Juli 2012 lalu tercatat sebesar 0,70%. [ast]


