Jakarta (ANTARA) - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) membukukan laba bersih hingga semester I-2012 senilai Rp8,61 triliun atau tumbuh 26,83 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp6,79 triliun.
Direktur Bisnis Usaha Mikro, Kecil dan Menengah BBRI, Djarot Kusumayakti, mengatakan laba yang diperoleh ini sebagian besar berasal dari hasil pencapaian usaha operasional perseroan.
"Komitmen untuk fokus dan konsisten melayani UMKM dengan menyalurkan kredit kepada UMKM menjadi salah satu faktor penting mendukung pertumbuhan aset kredit BRI," katanya dalam paparan kinerja di Jakarta, Jumat.
Djarot menambahkan, dalam penyaluran kredit perseroan tercatat meningkat 14,67 persen menjadi Rp304,81 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp265,85 triliun.
Perseroan juga berhasil meningkatkan portofolio kredit mikro sebesar 15,03 persen menjadi Rp96,59 triliun, dibandingkan enam bulan pertama 2011 senilai Rp83,97 triliun.
"Pertumbuhan kredit mikro terlihat semakin kencang jika dilihat dari trend pertumbuhan secara kuartalan, di mana pada kuartal II-2012 pertumbuhan kredit mikro mencapai Rp4,81 triliun, sedangkan pada kuartal I-2012 tercatat senilai Rp1,59 triliun," jelasnya.
Upaya yang dilakukan perseroan dalam mengembangkan sektor UMKM khususnya mikro adalah dengan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Tercatat hingga kuartal II-2012, perseroan menyumbang porsi terbesar dalam realisasi penyaluran KUR dibandingkan bank penyalur KUR lainnya.
"`Outstanding` KUR perseroan pada kuartal II-2012 sebesar Rp17,73 triliun dengan jumlah debitur mencapai 2,04 juta," urainya.(rr)

