INILAH.COM, Jakarta- PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menargetkan pembiayaan sebesar Rp500 miliar dari ajang "BTN Property Expo 2012" yang akan berlangsung dari 22-30 September 2012.
"BTN tetap ingin menjadikan pembiayaan perumahan sebagai corebusiness dengan tetap mempertahankan 85% bisnis BTN di perumahan dan 15% di luar perumahan," ujar Direktur Utama BTN Iqbal Latanro dalam acara pembukaan "BTN Property Expo 2012" di Jakarta, Sabtu (22/9/2012).
Menurutnya, BTN tetap komit untuk mengembangkan bisnis pembiayaan perumahan. Salah satu inovasi yang dilakukan BTN, lanjutnya, adalah memperpanjang waktu kredit hibgga 20 tahun untuk produk-produk tertentu.
Iqbal menambahkan BTN akan memberikan kebijakan khusus untuk transaksi yang dilakukan selama masa pameran berlangsung, di antaranya memberikan suku bunga kredit satu digut fixed rate selama jangka waktu tertuentu dan jumlah kredit tertentu. Untuk KPR dan KPA, BTN akan memberikan suku bunga 7,49% fixed selama 2 tahun untuk transaksi di atas Rp250 juta, dan 7,94% untuk transaksi sampai dengan Rp250 juta.
Selain itu, BTN juga memberikan keringanan uang muka minimal 10% untuk KPR dan KPA dengan transaksi maksimal Rp250 juta, serta memberikan diskon biaya asuransi kebakaran 50%, diskon biaya asuransi jiwa 35%, diskon biaya provisi 50%, dan bebas biaya administrasi.
Komitmen BTN terhadap pembiayaan perumahan juga dibuktikan dengan menaikkan target pembiayaan pola FLPP (fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan) tahun 2012 dari sebelumnya 16 ribu unit menjadi 50 ribu unit.
Bank BTN masih menjadi pemimpin pasar pembiayaan perumahan di Indonesia dengan penguasaan pangsa pasar total KPR sebesar 24% per Maret 2012. Sedangkan untuk segmen KPR subsidi, peran BTN sangat dominan dengan menguasai pangsa pasar 99% dari total penyaluran FLPP tahun 2011 dan 2012. Secara komulatif, Bank BTN telah memberikan KPR kepada lebih dari 3 juta orang di seluruh Indonesia.
Untuk BTN Property Expo 2011, nilai transaksi yang berhasil dilakukan mencapai Rp1,9 triliun dalam 9 hari pameran. [ast]


