Bulog Belum Tahu Beras Thailand Berarsenik  

  • CEO McDonald Dikritik Anak 9 Tahun  

    CEO McDonald Dikritik Anak 9 Tahun  

    Tempo
    CEO McDonald Dikritik Anak 9 Tahun  

    TEMPO.CO, Jakarta--Restoran cepat saji McDonald, lagi-lagi mendapatkan kritik karena menyasar anak-anak sebagai pangsa pasarnya. Kritik bertubi-tubi itu berlangsung dalam pertemuan pemegang saham tahunan McDonald Kamis, 25 Mei 2013.

  • Ke Pasar, Gita Wirjawan Belanja Bawang

    Ke Pasar, Gita Wirjawan Belanja Bawang

    Tempo
    Ke Pasar, Gita Wirjawan Belanja Bawang

    TEMPO.CO, Semarang - Menteri Perdagangan Gita Wirjawan hari ini meresmikan Pasar Boja di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Di pasar yang baru selesai dipugar dengan dana Rp 4 miliar dari Kementerian Perdagangan itu, Gita menyempatkan diri berbelanja.

  • 2014, Datsun Bakal Bangkit Dari Kubur

    Plasadana

    PLASADANA.COM - Nissan Motor Co bakal meluncurkan strategi baru untuk merebut pasar Asia. Pabrikan asal Jepang itu bakal merilis merek yang sudah lama mati suri: Datsun. Dengan sub-merk kendaraan menengah ke bawah ini, Nissan bakal merebut pasar di India dan Indonesia. Menurut Kenichiro Yomura, Direktur Nissan Asia, mobil-mobil di bawah merek Datsun akan dipasarkan di 145 dealer di India, sebelum kemudian masuk Indonesia. Para 2014, beberapa model sedan buatan Datsun akan bersaing dengan

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama Perum Bulog, Sutarto Alimoeso, mengatakan belum mengetahui kabar tentang beras dari Thailand yang tercemar arsenik. Namun, Sutarto memastikan jika hal itu terbukti dan memang membahayakan masyarakat, pihaknya akan lebih berhati-hati dan mempertimbangkannya jika harus mengimpor beras.

"Harus dicek dulu, sampai batas berapa. Tetapi tentu ini menjadi peringatan bagi kami," kata Sutarto ketika dihubungi Tempo, Senin, 1 Oktober 2012.

Sutarto mengatakan selama ini standar beras yang diimpor mengikuti ketentuan Standar Nasional Indonesia. Dalam ketetapan SNI, produk serealia mengandung maksimal 0,5 miligram arsen per kilogram.

Berdasarkan data consumerreports.org,  pada sampel beras organik asal Thailand yang mereka uji, terkandung 2,7 sampai 3,9 mikrogram arsen anorganik per 45 gram beras. Sutarto mengatakan saat ini impor beras dari Thailand sudah tidak terlalu besar. "Tidak sampai 500 ribu ton, lebih banyak dari Vietnam," kata Sutarto.

Ia mengatakan untuk ke depan impor beras tetap akan memperhatikan kualitas barang, harga beras, dan urusan administrasi. Namun, Sutarto mengatakan sampai saat ini belum ada keputusan soal impor beras untuk tahun 2012. "Mudah-mudahan 2012 tidak impor. Seandainya perlu, untuk mengisi kekurangan pada Januari sampai Maret 2013," kata Sutarto.

Pada periode Agustus 2011 hingga Februari 2012, impor beras Indonesia mencapai sekitar 1,8 juta ton. Indonesia mengimpor sekitar 450 ribu ton dari Thailand yang terdiri dari kontrak kerja sama antarpemerintah 300 ribu ton dan kontrak komersial 150 ribu ton.

BERNADETTE CHRISTINA

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat