Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi IV DPR RI Nabiel Almusawa mengingatkan Bulog agar memaksimalkan penyerapan beras petani sedikitnya 2,2 juta ton pada panen musim rendeng tahun ini agar target pengadaan beras dalam negeri 4 juta ton tercapai.
"Bulog harus bisa memaksimalkan serapan pada panen musim rendeng (padi yang ditanam Oktober-Maret). Menurut kebiasaan, panen musim rendeng mencapai 55 persen dari total produksi beras nasional," ujarnya di Jakarta, Kamis.
Dijelaskannya bahwa angka 2,2 juta ton beras petani itu diperoleh dari prosentase panen. Panen kali ini akan menyumbang 55 persen produksi beras nasional sehingga pengadaan beras Bulog juga itu 55 persen dari target.
Karena target pengadaan beras 2012 sebesar 4 juta ton, maka pengadaan di musim panen kali ini minimal 2,2 juta ton.
"Saat ini berasnya melimpah dan menurut laporan Kementerian Perdagangan harga beras di bulan April ini lebih rendah dibandingkan bulan lalu. Bulog jangan menyia-nyiakan kesempatan ini," ujarnya.
Menurut dia, bila Bulog gagal menyerap beras dalam negeri sebanyak 2,2 juta pada musim panen kali ini, maka hal itu bisa menjadi indikator awal bagi kegagalan mencapai target pengadaan 4 juta ton beras pada tahun ini.
Dikatakannya bahwa hal itu dikarenakan produksi beras nasional pada musim gadu (panen kedua) biasanya lebih sedikit dibandingkan musim rendeng.
Karena produksinya yang lebih sedikit, petani umumnya menyimpan sebagian hasil panennya sebagai cadangan pangan keluarga dan akibatnya tidak mudah mencari gabah di musim gadu.
"Memang kemungkinan ada panen ketiga di akhir tahun, tetapi hasilnya sangat tidak bisa diandalkan. Di akhir tahun, berdasarkan pengalaman, tidak ada panen raya," ujarnya.
Sampai pertengahan bulan April, Bulog baru mampu membuat kontrak pengadaan beras dari dalam negeri sebanyak 1,006 juta ton dengan realisasi 882 ribu ton.
Memang ada peningkatan dibandingkan pengadaan pada periode yang sama dua tahun sebelumnya. Pada tahun 2011, pengadaan beras Bulog 600 ribu ton dan pada tahun 2010 sebanyak 477 ribu ton.
"Sekalipun ada peningkatan, capaian tersebut baru seperempat target. Bulog masih dituntut untuk terus meningkatkan kinerja agar bisa mencapai target," ujarnya. (tp)


