Buruh Dorong 29 Desember Sebagai Hari Buruh

Liputan6.com, Jakarta: Jelang peringatan Hari Buruh Dunia yang jatuh pada 1 Mei, puluhan orang buruh dari Federasi Buruh Nasional terus gelar aksi sosialisasi untuk mendorong 29 Desember ditetapkan sebagai Hari Buruh Nasional.

Terkait hal itu, Ahad (29/4) ini, ratusan buruh yang mewakili dari 65 federasi buruh mengadakan aksi sosial dengan atraksi panggung hiburan musik di kawasan Bundaran Hotel Indonesia.

"Hari ini dan besok 30 April kita melakukan aksi-aksi sosial guna mendorong bahwa hari buruh nasional produk jati diri buruh nasional. Kita mendorong tanggal 29 Desember ditetapkan sebagai hari buruh nasional," ujar ujar Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Muhammad Satya di Bundaran HI, Jakarta, Ahad (29/4).

Satya menjelaskan, penetapan Hari Buruh pada 29 Desember dilatarbelakangi sejarah perjuangan para tokoh buruh bangsa ini pada 1919, di mana sejumlah tokoh buruh seperti Ki Hajar Dewantoro dan beberapa tokoh bangsa menyelenggarakan pertemuan terbesar membahas soal buruh.

"Karena itu jika ada buruh yang menetapkan 1 Mei ditetapkan sebagai hari buruh nasional, berarti dia tidak mengenal sejarah buruh. Sangat keliru jika 1 Mei dijadikan Hari Buruh Nasional," ujar Satya.

Sementara pada kesempatan yang sama, Ketua Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Bintoro menambahkan, menjelang peringan May Day nanti, berbagai elemen buruh siap menggelar aksi damai dengan cara-cara yang lebih cerdas. Misalnya dengan menggelar simposium, seminar dan sebagainya.

"Besok kami akan menggelar simposisum dengan mengundang semua tokoh-tokoh, sejarawan dan sebagainya untuk mengkaji soal perburuhan. Rencananya akan diselenggarakan di Taman Ismail Marzuki," tutur Bintoro.(AIS)