Kenaikan BBM

Buruknya Meja dan Kursi di Sejumlah Sekolah

Liputan6.com, Dobo: Hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru disambut siswa dengan suka cita. Tapi tak hanya siswa yang sibuk, sebagian orangtua pun harus menyisihkan waktu untuk mengantar anak-anak mereka. Sementara di Dobo, Maluku, terlebih dahulu para siswa harus memperbaiki meja dan kursi belajar mereka. 

Pagi masih gelap, masih pukul 03.00. Tapi siswa SDN 1 Bojongleles, Lebak, Banten ini seakan kesiangan. Dalam gelap, mereka bergegas ke sekolah agar jadi yang pertama masuk kelas untuk mendapatkan meja dan kursi yang posisinya mereka anggap ideal.

Agar tidak ditempati siswa lain, meja dan bangku yang sudah didapat digeletaki tas. Ada juga yang minta orangtuanya menunggui bangku itu.

Seakan takut kehilangan, para ibu terus memandangi anak-anak mereka yang baru pertama kali masuk kelas di SDN 4 Purwodadi, Grobogan. Mereka rela menyisihkan waktu, termasuk waktu kerja di kantor demi menentramkan buah hati. Toh, izin dari atasan sudah diperoleh.

Gotong royong memperbaiki meja dan bangku belajar, itulah yang harus dilakukan murid-murid SMPN 1 Dobo, Kabupaten Aru, Maluku, pada hari perama tahun ajaran baru. Mereka tak bisa langsung belajar, lantaran ratusan meja dan kursi yang dibuat kontraktor dengan bantuan sekolah atau BOS, rusak. Padahal masih baru dan belum pernah digunakan.

Menyedihkan memang, proses belajar-mengajar di SMPN 1 Dobo harus tertunda gara-gara peralatan yang dibuat sekadarnya. (FRD)