Kenaikan BBM

Calon Presiden 2014: Djoko-Hatta Duet Kombinasi Ideal

INILAH.COM, Jakarta - Nama Menko Polhukam Djoko Suyanto dan Menko Perekonomian Hatta Rajasa kembali muncul sebagai kandidat pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) Partai Demokrat.

Analis politik dari Charta Politica, Arya Fernandes mengatakan, munculnya duet Djoko-Hatta merupakan pasangan yang menarik untuk dijual kepada publik di 2014.

"Saya kira ini duet yang menarik. Keduanya memiliki pengalaman memimpin di pemerintahan sebagai menko. Keduanya juga berasal dari dua rumpun berbeda, jawa dan luar jawa," ujar Arya kepada INILAH.COM, Selasa (15/5/2012).

Namun, meski menarik, lanjut Arya, duet pasangan ini belum memiliki modal kuat untuk benar-benar bertarung di 2014. Sebab, keduanya harus membuat sebuah terobosan dibidang masing-masing yang menjadi populer di masyarakat.

"Djoko-Hatta harus menampilkan karakter personal yang kuat dan program yang orisinil, baru, dan visioner. Bila gagal mempersuasi pemilih pada level emosi dan logika, saya kira akan susah untuk dilirik dalam pemilu," kata dia.

Dia mengatakan, Djoko harus menampilkan sebuah karakter tersendiri yang nantinya bisa disukai masyarakat. Karekater itu bisa ditunjukkan dalam langkah-langkah yang diambilnya di kementeriannya.

"Seperti kemampuan memimpin, mampu menyelesaikan permasalahan yang tengah dihadapi masyarakat, dekat dengan masyarakat serta sosok yang hangat, ramah, dan berwibawa," tambah Arya.

Sebelumnya diberitakan, nama pasangan Djoko Suyanto dan Hatta Rajasa diperkenalkan Presiden SBY kepada para alumni Akmil 73 sebagai capres-cawapres Partai Demokrat pada Pilpres 2014 saat di Istana Tampaksiring, Gianjar, Bali. 

Namun, Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR Sutan Bhatoegana membantahnya. Menurut dia, pertemuan SBY di Tampaksiring hanya reuni alumi Akmil dan tidak ada membicarakan capres-cawapres 2014. [yeh]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Jajak Pendapat Yahoo!

Setujukah Anda jika Pekan Raya Jakarta kembali diselenggarakan di Monas?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat