Beijing (AFP/ANTARA) - Calon pemimpin China, Xi Jinping, menegaskan pada Sabtu, bahwa Beijing tidak akan pernah memaksakan kehendaknya kepada seluruh dunia dan tidak ingin "meninggalkan pola pikir lama" dan berjuang untuk perdamaian dunia.
Berbicara pada sebuah forum di Beijing, Wakil Presiden Xi berusaha untuk meyakinkan negara lain mengenai kebangkitan China, yang pada 2010 menjadi negara ekonomi terbesar kedua di dunia, adalah bukan sesuatu yang harus ditakuti.
"Bahkan ketika China semakin berkembang di masa depan, tidak akan pernah mencari hegemoni," kata Xi dalam Forum Perdamaian Dunia. "China selalu berkomitmen untuk pembangunan ekonomi, perdamaian dunia, dan pembangunan seluruh umat manusia."
"Kita harus meninggalkan pola pikir lama dan pendekatan yang telah dianggap usang, kita harus mengimbangi dengan waktu, terus maju dengan inovasi dan mengembangkan konsep keamanan baru," tambahnya.
China telah mendorong kekuatan yang muncul untuk mengambil peran lebih besar dalam lembaga-lembaga internasional, seperti Dana Moneter Internasional (IMF) di mana Beijing memainkan bagian penting, dan Xi mengatakan bahwa tren itu akan berlanjut.
"China akan secara aktif berpartisipasi dalam reformasi sistem internasional untuk pemerintahan dengan maksud untuk bergerak ke arah yang lebih adil dan tatanan politik dan ekonomi internasional yang seimbang."
Selain daya tumbuh ekonomi, kekuatan militer China yang meningkat mungkin juga membuat iri negara lain, terutama tetangga regionalnya dan Amerika Serikat, yang berusaha menyesuaikan pasukannya untuk mengatasi meningkatkan kekuatan Beijing.
Xi secara luas diperkirakan akan ditunjuk sebagai ketua Partai Komunis akhir tahun ini dan menjadi presiden pada Maret mendatang dalam transisi pemimpin satu kali dalam satu dekade negara tersebut, yang menggantikan Hu Jintao. (jk/mp)


Yahoo! OMG