Cheetah tercepat di dunia ini memecahkan rekornya sendiri untuk kecepatan lari 100 meter dan mencatat waktu 5,95 detik.
Oleh Stephanie Pappas, Penulis Senior LiveScience | LiveScience.com
Jika dibandingkan dengan manusia tercepat di dunia, pelari sprint Usain Bolt asal Jamaica mencatat waktu 9,58 detik untuk lari dalam jarak 100 meter.
Tentu saja cheetah memang memiliki kemampuan tubuh untuk berlari lebih cepat dari manusia, rata-rata kecepatannya mencapai 96,5 km per jam. Pada kesempatan foto dengan majalah National Geographic, seekor cheetah dari kebun binatang Cincinnati bernama Sarah bisa berlari dengan kecepatan 98 km per jam untuk jarak 100 meter.
Sprint ini memecahkan rekor Sarah sebelumnya pada 2009, saat ia menempuh jarak yang sama dalam waktu 6,13 detik. Pada saat itu, ia juga memecahkan rekor sebelumnya pada 2001, saat seekor cheetah Afrika Selatan bernama Nyana lari 100 meter dengan kecepatan 6,19 detik.
Sarah yang berusia 11 tahun adalah bagian dari program duta kucing kebun binatang Cincinnati. Upaya Sarah memecahkan rekor direkam oleh pendanaan dari program pelestarian kucing National Geographic bernama Inisiatif Kucing Besar.
Sarah berlari di lintasan yang dirancang oleh Road Running Technical Council dari USA Track & Field. Ia harus mengejar boneka berbulu sepanjang lintasan, dan langsung memecahkan rekor saat lari di putaran pertama.
Rahasia kecepatan cheetah adalah tulang belakangnya yang panjang dan fleksibel, sehingga hewan tersebut bisa merangkum 6,7 meter dalam satu langkah. Langkah cheetah juga bervariasi per detiknya, seiring semakin cepatnya lari mereka.
Para peneliti di Journal of Experimental Biology menyebut bahwa ini adalah fitur khas cheetah. Mahluk pelari cepat lain seperti anjing greyhound merangkum jarak yang sama dalam setiap langkahnya, tak peduli seberapa cepat mereka lari.
Cakar cheetah yang tajam juga berfungsi sebagai pendukung saat lari, sehingga memberi tenaga tambahan bagi kucing besar ini.
Sayangnya, cheetah adalah hewan yang terancam punah, hanya ada 9000-12 ribu yang hidup di luar kebun binatang.
Penghargaan buat SBY
- Pemerintahan Yudhoyono Tak Bertujuan Menerima PenghargaanAntara - 7 jam yang lalu
- Komnas HAM: Toleransi Beragama Indonesia MemburukTempo - 19 jam yang lalu
- Anisa Wahid: Masa SBY, Intoleran Lebih Leluasa Tempo - 21 jam yang lalu
- Adnan Buyung: Dipo Alam Lancang!Tempo - 21 jam yang lalu
- Penegakan HAM Buruk, Politikus Salahkan PemerintahTempo - Kam, 23 Mei 2013
- Imam AS akan Berkunjung ke AuschwitzAntara - Rab, 22 Mei 2013
- Award untuk SBY bertolak belakang dengan laporan Deplu ASMerdeka.com - Sel, 21 Mei 2013
- Walubi: Perlakukan Islam Sama dengan Umat LainAntara - Jum, 17 Mei 2013
- Rusia Mau Belajar Hukum Islam dari Indonesia Tempo - Sel, 14 Mei 2013
- 'Harusnya SBY malu terima penghargaan perdamaian internasional'Merdeka.com - Rab, 8 Mei 2013
- Penyerangan Warga Ahmadiyah, Begini Kata MendagriTempo - Sel, 7 Mei 2013
- Kedubes AS Tolak Surat Protes ke SBY, Rohaniawan KecewaLiputan 6 - Sen, 6 Mei 2013
- Korban intoleransi beragama surati Obama soal award untuk SBYMerdeka.com - Sen, 6 Mei 2013
- Ulil: Pemerintah Tidak Tegas Urus AhmadiyahTempo - Sen, 6 Mei 2013
- Istri Gus Dur Minta Segel Masjid Ahmadiyah DibukaTempo - Min, 5 Mei 2013
- Istri Gus Dur: Solusi Ahmadiyah, cabut SKB 3 menteriMerdeka.com - Min, 5 Mei 2013
- Nyaleg, Edo Kondologit Tertular Spirit JokowiTempo - Min, 21 Apr 2013
- Pembangkang Vietnam Dilarang Bertemu Seorang Pejabat ASAntara - Sel, 16 Apr 2013
- Penghargaan Toleransi Beragama untuk SBY Keliru?Tempo - Jum, 12 Apr 2013
- Taufiq Kiemas Janji Bawa Kasus Gereja ke PresidenTempo - Sel, 9 Apr 2013
Berita Lainnya
- Ponsel Pintar Lenovo Mulai Rambah Afrika
- Piramida Peninggalan Suku Maya Dihancurkan
- Daud Yordan harus Merangkak dari Bawah
- Presiden Rusia Tegaskan Bantuan Tenaga Nuklir Kepada Afrika Selatan
- City akan Lakukan Laga Tur di Afrika Selatan
- Liverpool Batal Berlaga di Cape Town
- Berakhirnya Era Pemasaran Tradisional
- Penghargaan Aga KhanYahoo! Indonesia
Pilihan Redaksi
1 - 4 dari 24

