Chelsea vs Juventus: Start Berat Sang Juara Bertahan

TRIBUNNEWS.COM – Empat bulan setelah ditahbiskan sebagai raja Eropa, Chelsea kini dituntut memertahankan gelar juara. Tantangan berat pun langsung dihadapi The Blues saat harus menjamu Juventus, tim raksasa sekaligus jawara Serie A Italia.

Ya, Chelsea akan melakukan start berat. Pada matchday pertama penyisihan Grup E di Stadion Stamford Bridge, London, Kamis (20/9/2012) dinihari, mereka bertemu lawan kuat.

Harus diakui meski berstatus sebagai juara bertahan Liga Champions, Chelsea bukanlah tim yang punya dinasti di kompetisi antar klub elite Eropa. Sejak kebangkitan The Blues dibangun pada tahun 2004, mereka baru sekali jadi juara.

"Sangat fantastis kami bisa menjuarai Champions tapi kami harus menyimpan gelar itu di bank. Kini kami tak bisa santai jika kami ingin menciptakan dinasti di antara klub-klub Eropa," kata gelandang Chelsea Frank Lampard dilansir reuters, Selasa (18/9/2012).

Memang tidak akan mudah buat Chelsea memertahankan gelar bergengsi itu. Dalam percatruran sepakbola antarklub elite Eropa masih banyak terdapat klub-klub besar seperti Barcelona, Real Madrid, Manchester United, AC Milan, dan tak lupa Juventus yang akan jadi lawan perdana mereka.

Kesulitan makin ditambah berat dengan status The Blues sebagai juara bertahan. Ini tentunya menjadi beban tersendiri. Hal itu sepenuhnya sangat disadari oleh Manajer Chelsea Roberto Di Matteo. "Setiap lawan akan bermain dengan motivasi ekstra saat melawan juara bertahan. Jadi itulah yang membuat hidup kami saat ini makin sulit," ujar RDM.

Pelatih berkepala plontos ini juga tak menutup mata dengan fakta bahwa juara bertahan Champions seperti mendapat kutukan tidak mampu memertahankan gelarnya di musim berikutnya.

"Saya tidak khawatir bahwa tidak ada tim yang mampu memertahankan gelar. Dan saya juga tak terkejut sebab ini adalah sebuah kompetisi yang memang sulit dimenangkan," kata pelatih asal Italia itu.

Menghadapi Juventus di laga perdana Champions juga menjadi tantangan berat tersendiri buat Chelsea. Tim Nyonya Tua memiliki motivasi ekstra sebab ini adalah momen kembalinya raksasa Italia itu ke Liga Champions setelah absen dalam tiga musim terakhir.

"Saya merindukan Liga Champions begitu pula rekan satu tim, dua tahun kami hanya menyaksikan di televisi dan sekarang kami akan berjuang untuk setiap tetes terakhir keringat dalam setiap pertandingan," kata kiper dan kapten Juventus Gianluigi Buffon.

Dari sisi materi pemain, Chelsea cukup diuntungkan dengan kembalinya dua pemain belakang John Terry dan Ashley Cole yang telah sembuh dari cedera. Winger asal Spanyol, Juan Mata, juga dikabarkan telah pulih.

Di Matteo dipastikan akan menginstruksikan anak asuhnya untuk bermain lebih hati-hati dan disiplin. Ia tak ingin penampilan ceroboh saat kalah telak 1-4 dari Atletico Madrid di Piala Super Eropa, awal bulan ini, kembali terulang.

RDM harus berpikir ulang menampilkan permainan menyerang mengingat Juve lawan kuat. Karenanya strategi cattenacio kemungkinan akan kembali menjadi andalan Di Matteo. Eden Hazard, Ramires, dan Fernando Torres menjadi peluru untuk melancarkan serangan balik cepat.

Juventus pun dipastikan mengusung gaya Italia dengan memperkuat pertahanan. Namun Juve lebih menekankan pertahanan di lini tengah dalam formasi tradisional 3-5-2.

Si Nyonya Tua memasuki kompetisi Liga Champions dengan track record performa meyakinkan, salah satunya berkat formasi 3-5-2. Tim Nyonya Tua sangat solid dengan kemampuan memertahankan rekor belum pernah kalah di pertandingan Serie A sejak musim lalu.

Masalah pelik yang dihadapi Juventus adalah sanksi Antonio Conte yang dilarang menemani tim saat bertanding selama 10 bulan. Namun sejauh ini, hal tersebut tak terlalu berpengaruh. Faktanya Andrea Pirlo dan kawan-kawan mampu tetap tampil solid di bawah arahan Asisten Pelatih Massimo Cerrara.

Juventus tak diperkuat mantan bek Inter Lucio yang mengalami engkel. Dengan demikian Andrea Barzagli dan Giorgio Chiellini mendampingi Leonardo Bonucci di lini belakang.

Arturo Vidal yang diistirahatkan saat mengalahkan Genoa 3-1 di Serie A, Minggu (16/9/2012), kembali masuk starting eleven. Sementara Sebastian Giovinco dan Mirko Vucinic disiapkan sebagai tukang gedor.

"Kami akan bermain untuk hasil imbang? Tidak akan pernah. Kami bertarung untuk memenangkan tiga poin. Kami adalah tim terbaik di Italia dan membuat pemain bangga. Kami tak perlu takut pada Chelsea," ancam Vucinic.

Saat ini Chelsea dan Juventus sama-sama memimpin klasemen di liga masing-masing. The Blues memuncaki Liga Primer dengan mengantongi 10 poin hasil dari tiga kemenangan dan sekali seri. Sedang Juve menguasai Serie A Italia dengan menyapu bersih tiga laga musim ini.(Tribunnews.com/cen)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.