Ghiboo.com - Pasar mobil nasional sedang diinvasi oleh produk-produk non Jepang dan non-Eropa yang semakin menarik, baik dari segi kekuatan, fitur, maupun harga jual.
Salah satu yang menginvasi adalah pabrikan asal China, Chery, yang kembali berkiprah di Tanah Air, setelah lepas dari ikatan Indomobil Group.Sejak penampilan perdana di acara peresmian PT Chery Mobil Indonesia di penghujung Februari lalu, MPV Chery Eastar ES 2.0L cukup mencuri perhatian.
Bagaimana tidak? Chery yang biasanya dikenal dengan model Chery QQ dan Chery Tiggo, kini membawa serta sebuah varian MPV 7-seater ke pasar yang paling diminati oleh konsumen.>Penampilan luar MPV ini layaknya hembusan angin segar dari paras mobil Chery terdahulu yang pernah beredar di sini. Seperti bentuk grille depan berukuran sedang dengan empat buah garis krom yang membelah secara horisontal, lampu utama berformat dual lamp, serta torehan garis tegas membentuk trapesium di atas kap mesin.>Sedangkan pada sisi belakang, terpasang secara vertikal di pilar C, sepasang tail lamp yang sudah dilengkapi dengan LED.>Hipotesa kami, kabinnya terasa lapang dengan struktur monokok yang kokoh. Prediksi kami tidak meleset. Karena menurut data di atas kertas, jarak sumbu rodanya mencapai 2.800 mm. Cukup panjang untuk menciptakan sebuah interior yang lega.>MPV ini bahkan memiliki dimensi yang lebih panjang 518mm (4.662mm), lebih lebar 160mm (1.820mm) dan lebih rendah 105mm (1.590mm), ketimbang rivalnya dari segi harga, Toyota Avanza Veloz.>Kabin didominasi warna beige, dengan desain dasbor model center-facial (kubah instrumen berada di tengah dasbor), yang didekorasi dengan warna hitam serta penggunaan panel kayu bermotif serupa kayu mahoni. Faktanya ini bukan kayu asli.>Panel kayu tersebut juga turut mengelilingi lingkar kemudi yang sudah dilengkapi tombol pengatur fitur audio dan cruise control pada kedua sisinya. Clustermeter di tengah dasbor memaparkan informasi putaran mesin dan kecepatan secara jelas.>Tidak ketinggalan fitur MID (multi information display) yang menginformasikan jam, tripmeter, konsumsi bahan bakar, dan jarak aman saat kita memindahkan tuas perseneling mundur (reverse sensor).>Tertanam pada pilar A quarter-window yang berukuran kecil tetapi fungsional. Jujur saja, berkat kolaborasi antara bentuk dasbor dan quarter-window, pandangan mata jadi luas dalam posisi berkendara. Selain daya pandang luas, letak dari tombol-tombol di dasbor juga mudah dijangkau.>Secara keseluruhan, desain interior Eastar terbilang menarik dan mampu memberikan kesan nyaman dan mewah. Namun, detail kecil seperti sambungan antar panel harus diperhatikan lagi oleh Chery.>Duduk di depan lingkar kemudi, punggung kami bersandar pada jok yang sudah dilengkapi arm rest. Meskipun nyaman, jok berbahan kain ini terasa kurang halus. Setelah itu, kami putar kunci kontak. Terdengar raungan mesin menyusup ke kabin.>Jantung mekanisnya merupakan mesin ACTECO berkode SQR484F berkapasitas 2.0L yang dikembangkan sendiri oleh Chery. Mesin ini menyemburkan tenaga 134 hp pada putaran 5.750 rpm dan melontarkan torsi maksimum 180 Nm pada 4.400 rpm. Untuk mendistribusikan tenaganya, diterapkan sistem transmisi otomatis dual shift 4 kecepatan.>Seberapa cepat mobil ini melesat 0-100kpj? Tercatat di alat ukur kami waktu yang dibutuhkan 16,8 detik, tampak biasa saja untuk mobil dengan kapasitas mesin 2,0 liter.>Fitur cruise control yang berada di sisi kanan lingkar kemudi pun kami aktifkan. Dan inilah kelebihan Chery yang patut diacungi jempol. Sulit menemukan mobil MPV dengan harga di bawah Rp 200 juta, yang menyematkan fitur ini. Alhasil, kami dapat mengistirahatkan kaki kanan kami dari pedal gas saat melahap jalan tol yang sepi.>Simbol airbag pada setir dan sisi kiri dasbor menandakan mobil ini sudah dilengkapi fitur keselamatan yang cukup lengkap. Airbag di sisi penumpang depan dapat dinonaktifkan dengan memutar kunci PAB (Passenger AirBag) yang ada di dalam glovebox. Eastar juga menyajikan fitur lainnya seperti ABS, EBD, sensor mundur, impact protection, dan electronic headlamps levelling.>Melihat banderol yang cukup kompetitif, serta fitur yang seharusnya hanya ada di mobil MPV kelas atas, maka Eastar bisa menjelma sebagai tandingan yang mumpuni di kelasnya. Dan jika detail interiornya bisa lebih disempurnakan, maka para jawara MPV patut waspada. (Al)>
(Majalah Autocar Indonesia, edisi April 2012)>


