Seoul (AFP/ANTARA) - China telah membebaskan empat aktivis Korea Selatan yang ditangkap pada Maret setelah mewawancarai pengungsi Korea Utara yang bersembunyi di sana, Rabu.
Keempat orang tersebut diinterogasi petugas intelijen Korsel di China setelah dibebaskan dari pusat penahanan di kota perbatasan Dandong, tepat di seberang dari Korea Utara, menurut kantor berita Yonhap.
Media tersebut mengutip seorang sumber di Seoul yang mengatakan bahwa China akan segera mendeportasi mereka.
Kementerian Luar Negeri Korsel, yang tengah bernegosiasi dengan Beijing, menolak untuk mengonfirmasi laporan itu.
Para aktivis termasuk Kim Young-Hwan (48) ditangkap pada 29 Maret atas tuduhan membahayakan keamanan negara.
Kim, mantan pemimpin sebuah partai sayap kiri rahasia, bertemu dengan mantan pemimpin Korut Kim Il-Sung di Pyongyang pada 1991. Dia kemudian menjadi pengecam keras rezim itu dan sekarang bekerja untuk sebuah kelompok hak asasi manusia yang berbasis di Seoul.
Kelompok hak asasi manusia di Seoul mengatakan, bahwa empat aktivis itu tampaknya telah mewawancarai pengungsi Korut untuk mengumpulkan informasi tentang kehidupan mereka di China dan situasi di tanah air mereka.
Hampir semua pengungsi dari Korrut pertama-tama menyeberang ke China, yang memulangkan pelarian tersebut yang dianggap sebagai imigran ekonomi.
Kelompok hak asasi manusia telah mendesak Beijing untuk memperlakukan mereka sebagai pengungsi potensial, dan mereka juga mengatakan bahwa jika mereka kembali bisa menghadapi hukuman berat.
Aktivis Korsel terlibat dalam kegiatan rahasia di China untuk membantu perjalanan para pengungsi ke negara ketiga dan ke Korsel. (jk/ik)

