Penghargaan buat SBY

China Gempar karena Hukuman "Ringan" Kasus Aborsi

Beijing (AFP/ANTARA) – Pengguna internet China dan pendukung wanita yang dipaksa menggugurkan kandungannya yang berusia tujuh bulan berang atas hukuman “ringan” yang dijatuhkan kepada para pejabat yang terlibat dalam skandal tersebut.


Pemerintah setempat di provinsi Shaanxi memaksa Feng Jianmei melakukan aborsi tersebut bulan ini, karena ia gagal membayar denda besar, dan tujuh pejabat telah diberikan "sanksi administrasi" atas keterlibatan mereka.


"Saya tidak puas," kata pengacara Feng, Zhang Kai kepada AFP melalui telepon.


"(Hukuman itu) terlalu ringan. Mereka seharusnya mendorong (pihak berwenang untuk mengambil) tindak pidana."


Pihak berwenang pada Selasa mengumumkan bahwa mereka telah memecat dua pejabat karena skandal tersebut di wilayah Zhenping, termasuk kepala biro perencanaan keluarga daerah itu, dan memberikan hukuman ringan seperti "peringatan" untuk lima orang lainnya.


Sebuah laporan yang dikeluarkan kantor berita resmi Xinhua yang diposting di situs pemerintah kota Ankang mengatakan bahwa para pejabat itu "telah melanggar" peraturan nasional dan provinsi.


Feng dipaksa menggugurkan kandungannya karena ia tidak mampu membayar denda sebesar 40.000 yuan (sekitar Rp59,5 juta) karena melanggar kebijakan kontrol populasi penduduk yang hanya mengizinkan memiliki satu anak.


Kasus itu menyebabkan protes, ketika muncul foto-foto yang diposting secara online, memperlihatkan Feng berbaring di sebuah rumah sakit di Zhenping, disamping mayat bayinya yang berdarah-darah.


Salah satu kerabatnya pada Rabu mengatakan kepada AFP, bahwa mereka "tidak puas" dengan hukuman tersebut, namun menolak untuk berkomentar lebih lanjut. (ai/pt)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.