Yangon (AFP/ANTARA) - China mengusir ribuan pengungsi dari minoritas Kachin Myanmar untuk kembali melintasi perbatasan ke provinsi dilanda pertempuran antara pasukan pemerintah dan gerilyawan etnis, ujar para pemberontak pada Jumat.
Sekitar 2.000 pengungsi Kachin kembali dari provinsi Yunnan China pada pekan ini dan merana di kamp-kamp dekat perbatasan antara kedua negara tersebut, ujar La Nan dari Oragnisation Kemerdekaan Kachin (Kachin Independence Oragnisation/KIO) kepada AFP, menambahkan bahwa mereka diharapkan segera menyeberang.
"Pihak berwenang China di Yunnan menekan mereka berkali-kali untuk kembali ke Myanmar," katanya, berbicara dari ibu kota pemberontak, Laiza.
"Sekitar 2.000 orang kembali dan berada di kamp-kamp di sisi perbatasan Kachin. Ada 5.000 pengungsi yang masih berada di sisi China... mereka semua akan kembali," katanya.
Pasukan bersenjata KIO, Kachin Independence Army (KIA), mengatakan bahwa mereka telah menyeberangi perbatasan untuk memandu para pengungsi kembali ke Myanmar, guna menanggapi China.
"Mereka (China) mengatakan mereka tidak menerima pengungsi perang. Kami mulai memindahkan pengungsi dari wilayah mereka pada 22 Agustus... Kami memindahkan sekitar 1.800 pengungsi dalam tiga hari," kata seorang pejabat KIA, Sai Li.
Pertempuran yang masih berlangsung antara pemerintah Myanmar dan pasukan KIA berarti banyak pengungsi tidak bisa kembali ke rumah mereka, ujar Li, seraya menambahkan "orang tidak tahu apakah mereka harus kembali ke tempat mereka saat situasi yang tidak begitu baik."
Puluhan ribu orang melarikan diri dari pertempuran sejak Juni tahun lalu ketika gencatan senjata 17 tahun antara pemerintah dan pemberontak hancur, dengan 5.000 orang mencari perlindungan di negara tetangga, China. (yg/ik)


Yahoo! OMG