China Sensor Pemberitaan Banjir Beijing

Beijing (AFP/ANTARA) – Kepala propaganda Beijing telah memerintahkan media China untuk tetap memberitakan hal positif mengenai banjir pada akhir pekan kemarin, setelah banjir yang menelan sedikitnya 37 korban jiwa itu memicu kritik keras terhadap pemerintah.


Lu Wei mengatakan kepada beberapa media untuk tetap menceritakan “prestasi baik dan membanggakan,” seperti diungkapkan harian Beijing Times pada Senin, saat pihak berwenang berusaha membendung gelombang protes yang menyatakan bahwa mereka telah gagal melakukan upaya terbaik.


Warga ibukota China itu mengatakan bahwa jumlah kematian dapat dicegah jika dilakukan peringatan yang lebih baik dan sistem drainase yang telah usang di kota itu dimodernisasi.


Banyak orang yang menggunakan mikroblog terkenal China, Weibo, untuk mempertanyakan data resmi jumlah korban tewas yang dikeluarkan pada Minggu, meskipun pada Selasa, sejumlah sensor mulai dilakukan untuk menutupi jumlah korban tersebut di internet.


Para warga di Fangshan, daerah yang paling terkena dampak banjir di pinggiran Beijing , mengatakan kepada AFP bahwa pemerintah hanya melakukan sedikit upaya untuk menemukan orang-orang tercinta mereka yang hilang.


“Pemerintah tidak membantu sama sekali, masing-masing keluarga bertanggungjawab untuk mencari anggota keluarga mereka sendiri,” kata Wang Baoxiang, yang keponakannya hilang sejak hujan lebat pada Sabtu.


China Daily, surat kabar berbahasa Inggris di negara itu, memunculkan sebuah editorial pada Selasa yang mendesak pemerintah Beijing untuk memperbaiki sistem drainase.


Namun kebanyakan media pemerintah China diarahkan jauh dari masalah-masalah kritis, dan berfokus pada sisi kemanusiaan dari para warga yang berusaha saling membantu sama lain. (ai/pt)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.