TEMPO.CO, Jakarta - PT Ciputra Property Tbk berencana akan merevisi target prapenjualan (marketing sales) pada tahun ini. Target sebesar Rp 1,55 triliun dinilai terlalu rendah jika melihat pencapaian perusahaan hingga kuartal pertama 2012. "Target terlalu pesimis. Sepertinya akan lebih dari itu," kata Direktur Utama Ciputra Property, Candra Ciputra, di Jakarta, Kamis, 31 Mei 2012. Dia memperkirakan, marketing sales akan lebih dari Rp 1,8 triliun. Menurut dia, sebagian penjualan pada tahun ini berasal dari proyek Ciputra World 2 Jakarta.
Hingga saat ini, kata Candra, penjualan Ciputra World 2 Jakarta sudah mencapai 80 persen. Harga penjualan pun terus mengalami kenaikan dari sejak dilakukan pembangunan tahap pertama di awal tahun. "Harga dibuka sekitar Rp 20 juta per meter persegi. Saat ini, harga yang ditawarkan sudah mendekati Rp 28 juta per meter persegi. Artinya dalam kurun waktu empat bulan terjadi kenaikan rata-rata 40 persen," jelasnya.
Di lain pihak, direktur dan sekretaris perusahaan, Artadinata Djangkar, mengatakan hingga akhir tahun, Ciputra World 2 akan berkontribusi 70 persen dari total penjualan dan sisanya berasal dari penjualan Ciputra World 1 Jakarta. "Ciputra World 1 lebih banyak dijual pada tahun lalu."
Hingga April, penjualan perusahaan sudah mencapai Rp 475 miliar. Sebesar 85 persen di antaranya disumbang dari penjualan Ciputra World 2. Dia memperkirakan hingga akhir Juni 2012, perusahaan bakal mencapai 50 persen dari target penjualan sebesar Rp 1,55 triliun. Perusahaan memang akan merevisi target penjualan, tetapi kami belum dapat mengumumkannya. "Kami harus hitung lagi berapa kenaikannya. Belum dapat memperkirakannya," katanya.
Di sisi lain, pada hari ini perusahaan juga melakukan peluncuran proyek Ciputra World 2 Jakarta. Proyek senilai Rp 3,3 triliun ini dibangun di lahan seluas 3,1 hektare. Proyek menempati lahan yang telah dimiliki Ciputra di Jalan Dr. Satrio Lot 11, Kuningan, Jakarta.
Pembangunan tahap awal berupa dua menara, yaitu Orchard Satrio dan The Residence & Fraser Apartment. Artadinata mengatakan, dari 349 unit di Orchard Satrio, 80 persennya telah terjual. Harga penjualannya pun naik dari Rp 20 juta per meter persegi pada Agustus 2011 menjadi Rp 28 juta per meter persegi pada Mei 2012. Adapun The Residence telah terjual 70 persen dari total 117 unit. Harganya pun naik signifikan dari Rp 24,5 juta menjadi Rp 30 juta per meter persegi di Mei ini. "Dari dua tipe itu saja, marketing sales telah mencapai Rp 900 miliar," katanya.
Sebenarnya, ada dua menara lagi yang akan dibangun di Ciputra World 2, yakni menara perkantoran dan satu menara lagi untuk hotel berbintang lima yang akan dikelola oleh W Hotel. Selain itu, terdapat juga fasilitas lahan hijau seluas 60 persen dari total keseluruhan lahan. Mengenai investasi yang sudah terserap sampai saat ini, Artadinata mengatakan, masih terlalu kecil. Karena peletakan tiang pancang pertama (groundbreaking) baru saja dilakukan pada 12 Januari lalu. "Konstruksinya masih sedikit sekali," katanya.
Direktur Ciputra Property, Rudi Hartono, menjelaskan perusahaan akan menyediakan 200 unit di menara perkantoran. Harga pun akan disesuaikan dengan kondisi pasar. Dari lahan seluas 77 ribu meter persegi atau 44 lantai, 55 persen di antaranya akan dijual dan sebesar 45 persennya akan disewa. Menara perkantoran akan mulai beroperasi pada September 2015. "Apartemen bakal beroperasi September 2014 dan hotel di awal 2016."
SUTJI DECILYA

