Citra DPR Tak Hanya Tanggung Jawab Pimpinan

Jakarta (ANTARA) - Ketua DPP Partai Demokrat Achsanul Qosasih menyatakan, perbaikan citra DPR bukan hanya urusan dan tanggung jawab pimpinannya, namun seluruh anggota lembaga perwakilan tersebut.

Ia menyampaikan hal itu kepada pers di Jakarta, Rabu, menanggapi pernyataan Wakil Bendahara Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo bahwa Ketua DPR Marzuki Alie menjadi penyebab buruknya citra DPR.

Menurut Achsanul, pernyataan itu hanya merupakan bagian dari bunga-bunga politik dan selalu lebih dahsyat dari aslinya. "Banyak statementnya yang tidak sesuai fakta. Contoh terakhir ketika Bambang mengatakan bahwa dalam wawancara di sebuah stasiun televisi swasta, mantan Ketua KPK Antasari Azhar dikatakannya melakukan pertemuan di Istana untuk membahas Bank Century," katanya.

Menurut dia, Bambang katakan itu dengan sangat yakin dalam beberapa wawancara. Belakangan, terbukti dari siaran tersebut tidak ada pernyataan Antasari tersebut. Antasari dan juga pengacarannya pun membantah pernyataan Bambang.

"Dia sendiri tidak merasa bersalah telah memilintir hal yang sudah jelas seperti itu. Jadi yang lebih dahsyat itu pernyataan Bambang daripada kebenarannya," ujar Achsanul.

Menurut Achsanul, di negara demokrasi manapun di dunia ini pasti ada ketidakpuasan terhadap lembaga perwakilannya. Itu adalah hal biasa.

Achsanul juga tidak paham dengan pernyataan bahwa 560 anggota DPR harus memiliki pemimpin yang menjadi panutan. Menurut Achsanul hal itu juga tidak bisa dilakukan oleh pimpinan karena pimpinan DPR tidak bisa mengatur seluruh anggota DPR dan sifatnya yang hanya juru bicara lembaga dan tidak seperti menteri atau pimpinan lembaga lainnya yang bisa mengatur anak buah.

"Kalau masalah panutan tergantung anggota-anggota itu sendiri. Dimanapun di dunia ini DPR itu adalah lembaga yang paling dihujat karena fungsinya mewakili rakyat. Pasti saja ada rakyat yang tidak puas. Apalagi kondisi DPR kita di mana masih ada beberapa kasus yang melibatkan anggota DPR terus bermunculan. Kalau kita mau DPR ini baik, maka itu harus dilakukan oleh semua anggota DPR, tidak bisa sendirian," katanya.


DPR adalah lembaga kolektif, maka baik-buruknya lembaga ini menjadi tanggung jawab bersama.

Sebelumnya, anggota DPR yang juga anggota Badan Anggaran Bambang Soesatyo mengkritik Ketua DPR Marzuki Alie sebagai penyebab buruknya citra DPR. "Selama pimpinan Marzuki Alie, justru yang merusak citra DPR adalah ketuanya itu sendiri. Tidak ada yang membantah Ketua DPR sering membuat blunder," kata Bambang.

Bambang menambahkan bahwa 560 anggota DPR membutuhkan seorang pemimpin yang harus menjadi panutan.


Dia menyoroti studi banding yang kerap dilakukan anggota dewan kurang terkontrol. Menurut Bambang, harusnya Ketua DPR memperketat lagi urgensi dari studi banding.(ar)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.