Washington (AFP/ANTARA) - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton mengatakan pada Selasa bahwa Amerika Serikat "sangat mengutuk" serangan mematikan pada jamaah di kebaktian gereja Nigeria serta serangan lainnya terhadap penduduk sipil.
Pada Minggu, penyerang dengan bom dan senjata melepaskan tembakan ke layanan gereja di sebuah universitas di sebelah utara Nigeria, kota Kano, menewaskan sekitar 20 orang saat jamaah mencoba melarikan diri, kata saksi dan petugas.
"Amerika Serikat mengecam keras serangan terhadap warga sipil tak berdosa di Nigeria, termasuk serangan tercela kemarin selama kebaktian gereja di Bayero University di Kano," kata Clinton dalam sebuah pernyataan.
"Kami prihatin tentang serangan terhadap gereja-gereja, media massa, dan instalasi pemerintah yang semakin menargetkan warga sipil tak berdosa di wilayah utara Nigeria," kata Clinton, yang saat ini dalam perjalanan ke China.
"Kami mengutuk upaya oleh mereka di Nigeria yang berusaha mengobarkan ketegangan antara Kristen-Muslim, dan mendukung mereka yang mengakui keragaman etnis dan agama di Nigeria sebagai salah satu kekuatan negara terbesar," katanya.
Nigeria, negara Afrika yang paling padat penduduknya dan produsen minyak terbesar, terbagi antara mayoritas Muslim di utara dan Kristen di selatan.
Diduga dalam serangan pada Minggu adalah organisasi Boko Haram, yang awalnya mengaku berjuang untuk pembentukan negara Islam di utara Nigeria, tetapi tuntutan dan struktur menjadi kurang jelas dalam beberapa bulan terakhir.
Pasukan Nigeria membunuh seorang tersangka militan Boko Haram pada Selasa dalam serangan menjelang fajar di kota Kano selama serangan akhir pekan yang marak terjadi terhadap pelayanan gereja. (as/mp)

