Kabut Asap

Clinton Peringatkan Suriah Terkait Pemantau

Washington (AFP/ANTARA) - Menlu AS Hillary Clinton menyuarakan kemarahan pada Selasa atas tuduhan bahwa pihak berwenang Suriah menyerang warga yang bekerja sama dengan pemantau PBB, mengatakan pelecehan tersebut bisa menjegal rencana perdamaian.


Kelompok hak azasi Suriah mengatakan bahwa sembilan aktivis dieksekusi di kota Hama, sehari setelah pertemuan dengan pemantau PBB yang dikirim sebagai bagian dari rencana perdamaian dan ditengahi oleh mantan Sekjen PBB Kofi Annan.


"Ini benar-benar menyedihkan jika ada semacam intimidasi, pelecehan dan kekerasan terhadap warga Suriah, yang memiliki hak untuk bertemu dengan dan mendiskusikan situasi dengan pemantau. Itulah gunanya pemantau," kata Clinton.


"Kami ingin melihat rencana Kofi Annan berhasil. Ini jelas tidak akan berhasil kecuali semua warga Suriah diizinkan untuk mengambil keuntungan dari kehadiran pemantau PBB saat mereka memulai misi mereka," katanya dalam konferensi pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Australia Bob Carr.


Annan memperingatkan tingkat kekerasan yang "tidak bisa diterima" meski gencatan senjata telah terjadi, karena ia mendesak misi PBB untuk cepat mengirimkan kembali pemantau tidak bersenjata sebanyak 300 orang. 11 orang sekarang sudah disebar di Suriah dari penyebaran awal yang direncanakan sebanyak 30 orang.


Amerika Serikat mengatakan, mungkin akan menolak perpanjangan misi pemantauan di diatas tiga bulan jika Assad menggunakan dalih gencatan senjata justru untuk melancarkan kekerasan terhadap oposisi.


Clinton menuntut agar Assad melaksanakan semua bagian dari rencana perdamaian, termasuk memberikan akses tanpa hambatan kepada pemantau, yang dikirim setelah lebih dari setahun kekerasan, telah menewaskan lebih dari 9.000 orang.


"Masyarakat internasional akan terus menekan Assad dan rezimnya selama mereka bersikeras membantai rakyatnya sendiri dan menyangkal transisi politik," kata Clinton, menunjuk sanksi baru Amerika Serikat untuk Suriah dan Iran terkait pengawasan elektronik dari warga negaranya. (as/ik)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.