H+5 Terperangkap

Community Entrepreneurs Challenge Wave III: 'Champions of Change'

Ghiboo.com - Gelombang ketiga Community Entrepreneurs Chalenge (CEC), sebuah program yang mengidentifikasikan dan mendukung kewirausahaan sosial berbasis komunitas oleh Arthur Guiness Fund (AGF) dan British Council (BC) akan diluncurkan pada 12 Mei 2012 di Blitz Megaplex, Pacipic Place.


Tujuan kompetisi ini adalah untuk mengidentifikasi dan mendukung wirausahawan potensial yang memiliki ide cemerlang untuk membantu mengembangkan komunitas mereka dan komunitas yang memiliki ide cemerlang untuk menciptakan dan mengelola usaha mereka secara mandiri.


Selama pelaksanaannya di tahun 2010 dan 2011, AGF-BC CEC telah menerima aplikasi mewakili lebih dari 700 komunitas dari seluruh Indonesia. Selain memperkuat kesuksesan kompetisi sebelumnya, kompetisi tahun ini akan secara elaboratif memadukan tantangan masyarakat dengan aktivisme kaum muda.


Di bawah payung kompetisi AGF-BC CEC Wave III, British Council dan Arthur Guiness Fund akan melaksanakan dua fase kompetisi:

  • Voluntary Journalism Competition
  • Community Enterprise Competition

Kompetisi video terbuka untuk kelompok terdiri dari tiga orang, berusia 21 sampai 30 tahun, yang memiliki ketertarikan mengenai pemberdayaan komunitas dan pembuatan film. Enam kelompok terpilih akan mengembangkan sebuah video dokumenter mengenai pemenang CEC sebelumnya. Proses ini akan membantu memperkuat kesuksesan cerita komunitas yang telah menerima dukungan melalui CEC dan bertujuan untuk memberi inspirasi kepada kaum muda kota untuk bekerja secara kreatif bersama komunitas dalam menemukan solusi kewirausahaan sosial.


Kompetisi kewirausahaan komunitas akan mengevaluasi komunitas berdasarkan kriteria utama, contohnya berdasarkan gagasan bisnis yang jelas dan berfokus pada pemecahan masalah-masalah sosial, keterlibatan aktif dan pengambilan keputusan demokratis dari anggota komunitas dalam bisnis mereka, dan kelayakan yang didasarkan pada perencanaan bisnis standar. Komunitas kewirausahaan yang diidentifikasi melalui proses seleksi kompetisi, akan menerima kesempatan untuk memenangkan dana mencapai jumlah total Rp600 juta untuk mendukung berdiri dan bertumbuhnya enam kelompok kewirausahaan tersebut.


"Dalam dua tahun, kami telah dapat melibatkan lebih dari 600 orang mewakili komunitas mereka masing-masing yang telah merespon Community Enterprise Challenge. Kemitraan dengan AGF akan membantu kami menjangkau jaringan wirausahawan komunitas Indonesia dan berkontribusi terhadap sebuah pendekatan pembangunan sosial alternatif untuk membantu mencari solusi berbagai tantangan sosial dan lingkungan," ujar Keith Davies (Direktur British Council) saat ditemui di acara pembukaan pameran fotografi di Teater Mini - Taman Ismail Marzuki, Selasa (8/5).


Perwakilan Arthur Guiness Fund, John Galvin mengatakan, "Program Arthur Guiness Fund-BC CEC menekankan pentingnya untuk terlibat dalam kegiatan yang benar-benar memberikan perbedaan nyata kepada komunitas. Kami ingin menginspirasi, mendukung dan mengembangkan generasi penerus pemimpin masyarakat dan melalui kesuksesan mereka dalam kewirausahaan sosial, diharapkan dapat memberikan manfaat lebih besar kepada masyarakat. Dengan dan melalui kewirausahaan sosial kami akan memfasilitasi pengembangan keahlian dan bimbingan yang dapat membantu pengembangan ekonomi, ketenagakerjaan dan memberi manfaat sosial kepada masyarakat yang lebih besar."


Arthur Guiness Fund dan British Council Indonesia bekerjasama dalam melaksanakan pameran fotografi kewirausahaan komunitas. Pameran ini akan menampilkan pekerjaan-pekerjaan baik yang telah dilakukan pemenang sebelumnya pada komunitasnya masing-masing.


Untuk infotmasi lebih lanjut, silahkan menghubungi:

British Council


Telp: + (62-21) 515 5561 Ext. 177
Website: www.britishcouncil.org

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.