TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan masih belum mengumumkan 'concession fee' untuk Terminal Kalibaru. "Itu masih dalam proses negosiasi, sudah ada angkanya, tapi belum bisa saya katakan," ujar Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono, seusai menyampaikan pemaparan di Indonesia Infrastructure Conference and Exhibition 2012 di Jakarta Convention Center, Rabu, 29 Agustus 2012.
Bambang menekankan apa yang harus diperhatikan dari pembangunan Terminal Kalibaru adalah 'payback period' serta 'enjoy period' dari proyek tersebut.
Kementerian, kata Bambang, telah berkonsultasi dengan tim independen mengenai 'payback period' dan 'enjoy period' dari Terminal Kalibaru. Hasil kajian konsultasi tersebut akan digunakan sebagai referensi untuk 'benchmark'.
Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II), Richard Joost Lino, sebelumnya mengatakan telah menyepakati konsesi Terminal Petikemas Kalibaru selama 95 tahun dengan Kementerian Perhubungan. "Konsesi akan ditandatangani pekan depan, dan kesepakatannya 70 tahun ditambah 25 tahun," ujarnya.
Ia menuturkan, 'ground breaking' Kalibaru akan dilaksanakan pada pertengahan September mendatang.
Nilai konsesi tersebut, kata Lino, butuh investasi Rp 22 triliun. Sumbernya akan berasal dari kas internal perseroan serta perbankan. Dana tersebut sudah mencakup biaya pembangunan infrastruktur senilai Rp 12 triliun dan Rp 8 triliun untuk pembangunan jalan sepanjang tujuh meter.
Lino mengungkapkan, pembangunan Terminal I Kalibaru ditargetkan selesai pada 2014. Selanjutnya pembangunan Terminal II, III, IV dan V rencananya akan selesai pada 2017. Menurut dia akan ada tiga operator untuk Kalibaru yang diumumkan akhir tahun ini.
Kementerian Perhubungan mengatakan ada 'concession fee' atau pembayaran yang harus dilakukan oleh Pelindo II kepada pemerintah.
Kesepakatan mengenai 'concession fee' tersebut melibatkan Pelindo sebagai badan usaha dan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut sebagai regulator. "Untuk nilai 'concession fee', sekarang 'bola'nya ada di Pelindo," kata Bambang.
MARIA YUNIAR


