TEMPO.CO, Manado-Seluruh aktifitas pelayaran di Pelabuhan Manado, Sulawesi Utara, lumpuh akibat cuaca buruk sejak kemarin. Enam kapal di Pelabuhan itu tidak beroperasi menyusul peringatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Manado yang menyatakan gelombang besar diperkirakan akan terjadi di laut sekitar Kepulauan Sangihe dan Maluku sejak Senin kemarin.
"Lebih baik ditunda dan tidak sama sekali (berlayar), daripada mengorbankan nyawa orang," kata Sekretaris Posko Pelayaran Pelabuhan Manado, Yohanis Tarima, Senin malam, 8 Januari 2013. Pihaknya, kata Yohanis, tidak ingin berspekulasi dengan memberangkatkan kapal dalam cuaca yang ekstrem.
Penumpang yang sudah memiliki tiket dipulangkan. Pelayaran dari Pelabuhan Manado melayani rute ke Kabupaten Siau Tagulandang Biaro, Kabupaten Sangihe, Kabupaten Talaud, Ternate, dan ke Tobelo Maluku Utara. "Waktu penundaan belum bisa diperkirakan. Yang pasti kami tunggu cuaca tenang dulu."
Tak hanya aktivitas pelabuhan yang lumpuh, angin dan hujan juga menumbangkan banyak pohon di Manado. PLN Manado memutuskan untuk memadamkan aliran listrik sejak kemarin sore hingga dini hari tadi. "Memang ada beberapa jaringan yang putus karena banyaknya pohon tumbang. Daripada korsleting yang bisa menyebabkan kebakaran, lebih baik kami memadamkan aliran listrik," kata Kepala Cabang PLN Manado Frans Lisi, Selasa 8 Januari 2013.
ISA ANSHAR JUSUF


