'Cyber-Education' Memungkinkan Anak Belajar di Mana Saja

REPUBLIKA.CO.ID, PANGKALPINANG - Kepala Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang, Edison Taher, menyatakan 'cyber education' memiliki beberapa kelebihan antara lain adalah memungkinkan murid belajar di mana saja dan kapan saja.

"Dengan dikembangkannya 'cyber education' atau pendidikan yang berbasis teknologi informasi (IT) di sekolah-sekolah di Pangkalpinang, memungkinkan anak-anak belajar di mana saja dan kapan saja, hanya tinggal menyiapkan perangkat dan koneksi internet," kata Edison di Pangkalpinang, Kamis (2/8).

Hal tersebut, dinilai Edison dapat membuat waktu dan energi jadi lebih efisien karena murid yang berhalangan hadir di sekolah dapat mengerjakan tugas di rumah.

"Sejak dikembangkannya Pangkalpinang sebagai kota 'cyber' dengan penerapan 'cyber education' ini, jika ada anak yang sakit atau terpaksa harus ikut ke luar kota bersama orang tuanya, mereka tetap dapat mengumpulkan tugas-tugas pada guru atau mengerjakan soal dari rumah, karena semua sudah masuk dalam jaringan," papar Edison.

Edison menjelaskan, Dinas Pendidikan di Pangkalpinang telah memiliki server tersendiri dengan 'bandwith' yang cukup besar untuk memanfaatkan internet dan intranet di seluruh sekolah di kota Pangkalpinang.

"Kami memakai sistem 'wide area network', sehingga anak-anak bisa mengakses 'hot spot' gratis dan komputer-komputer di sekolah dapat terkoneksi dengan internet tanpa kabel, sangat praktis dan mendukung kegiatan belajar mengajar," kata dia.

Kota Pangkalpinang telah dicanangkan menjadi kota cyber dengan penerapan 'cyber education' sejak 2006. Hal tersebut dilakukan guna mencapai target peningkatan mutu pendidikan karena Pangkalpinang telah menuntaskan wajib belajar 12 tahun sejak 2006.

"Kita sudah tuntas melaksanakan wajib belajar 12 tahun sejak 2006, dan setelah itu target kita berikutnya adalah peningkatan mutu pendidikan kita, penggunaan teknologi informasi ini adalah salah satu cara yang kita tempuh," kata dia.

Meski demikian, Edison mengimbau agar para guru tetap melakukan pengawasan terhadap pemakaian internet yang dilakukan anak-anak didik. "Para guru tetap harus mengingatkan anak-anak akan tanggung jawab yang mereka emban seiring dengan kemudahan teknologi informasi yang mereka dapatkan, jangan sampai main-mainnya lebih banyak ketimbang belajarnya," tandas dia.


PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.