Dahlan Akan Tegur Direksi PLN

  • SBY Pilih Chatib Basri Sebagai Menteri Keuangan

    SBY Pilih Chatib Basri Sebagai Menteri Keuangan

    Tempo
    SBY Pilih Chatib Basri Sebagai Menteri Keuangan

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memilih Kepala BKPM Dr Chatib Basri sebagai Menteri Keuangan pengganti Agus Matowardojo. »Atas pendidikan, pengalaman yang cakap, Chatib Basri saya pilih menjadi Menteri Keuangan,” kata SBY di Istana Negara, Jakarta, Senin 20 Mei 2013.

  • Gita Sebut Karen Cocok Jadi Ketua BKPM

    Gita Sebut Karen Cocok Jadi Ketua BKPM

    Tempo
    Gita Sebut Karen Cocok Jadi Ketua BKPM

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan bahwa ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pengganti Chatib Basri harus bisa mengerti pembuatan lapangan kerja harus datang dari modal dalam negeri dan luar negeri.

  • Emas Naik karena Aksi "Short Covering"

    Antara

    Chicago (ANTARA/Xinhua) - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik pada Senin (Selasa pagi WIB) karena aksi "short-covering" (pembelian kembali emas yang telah dijual), menghentikan penurunan tujuh sesi berturut-turut. Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Juni, naik 19,4 dolar AS, atau 1,42 persen, menjadi menetap di 1.384,1 dolar AS per ounce. Penurunan di pasar saham AS dan dolar yang bergerak melemah berkontribusi pada kenaikan emas pada Senin, kata para

Pekanbaru (ANTARA) - Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan berencana menegur jajaran Direksi PT PLN (Persero) terkait lambannya pemulihan distribusi listrik di wilayah Sumatra khususnya Riau yang dikabarkan belum mencapai seratus persen.

"Listrik adalah kebutuhan mendasar untuk menyukseskan program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Jadi harus segera digesah untuk mengoptimalkan program ini dari awal," kata Dahlan dalam pidatonya di acara Konferensi CEO Media dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Serikat Perusahaan Pers (SPS) di Pekanbaru, Jumat.

Pada acara Rakernas SPS di Pekanbaru, selain Dahlah Iskan selaku Ketua Umum SPS dan Menteri Negara BUMN, juga turut hadir Gubernur Jambi Hasan Basri Agus, Gubernur Sumatra Selatan Alex Nurdin, dan sejumlah petinggi media grup seluruh Tanah Air.


Pernyataan Dahlan, adalah tanggapan atas pertanyaan peserta dalam acara tersebut yang mengungkap sejumlah program kelistrikan di Sumatra khususnya Riau berjalan lamban.

Dahlan mengakui sejauh ini memang belum melakukan evaluasi jauh terhadap seluruh program-program kelistrikan di Sumatra khususnya terkait pembangunan pembangkit guna memenuhi kebutuhan listrik di wilayah Suamtra dan Riau.

Menurutnya, program pembangunan pembangkit di seluruh wilayah Sumatra khususnya Riau yakni di Dumai dan PLTU di Pekanbaru yang berkapasitas 2x10 Mega Watt (MW) adalah untuk mengoptimalkan distribusi listrik di wilayah Sumatra.

Jika setiap wilayah memiliki pembangkit, demikian Dahlan, maka distribusinya akan jauh lebih lancar dan optimal sehingga mampu untuk memenuhi segala kebutuhan masyarakat.

Seperti yang diketahui, kata dia, bahwa pasokan listrik di Sumara selama ini dibangun dengan sistem interkoneksi yang mengakibatkan jalur distribusi listrik begitu panjang.

Kondisi demikian menurutnya, mengakibatkan energi listrik turut berkurang diakibatkan adanya pemuaian pada jaringan listrik yang dialiri.

"Kondisi ini telah terjadi sejak bertahun-tahun lalu, dan makanya diadakan program pembangunan pembangkit untuk wilayah Sumatra guna meminimalisasi berkurangnya energi listrik akibat pemuaian itu dan untuk menunjang program MP3EI," katanya.(ar)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Artikel Bisnis Terpopuler

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat