Berburu Harta Luthfi

Dahlan: BUMN harus jadi Penggerak Pertumbuhan

Jakarta (ANTARA) - Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan perusahaan milik negara harus menjadi motor penggerak pertumbuhan ("engine of growth") ekonomi yang dapat dicapai dengan menyeimbangkan strategi bertahan dan ekspansi.

"Untuk menjadikan BUMN sebagai "engine of growth" harus mampu membaca masa depan, sehingga harus dipersiapkan secara matang terutama di sektor-sektor tertentu seperti pangan, energi dan persenjataan," kata Dahlan, di Jakarta, Rabu.

Menurut Dahlan, harus ada BUMN pada ke tiga sektor tersebut skalanya harus diperbesar karena terkait dengan eksistensi negara.

"Saat ini BUMN Pangan, Energi dan Persenjataan sudah ada tetapi masih kecil. Ini yang harus dibesarkan secara menyeluruh sehingga tidak saja mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri tetapi perusahaan yang bersangkutan juga mampu bersaing di pasar global," ujarnya.

Untuk mendukung langkah tersebut, mantan Direktur Utama PT PLN ini menambahkan dibutuhkan BUMN yang dapat menopang pertumbuhan lainnya seperti perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur seperti jalan, pelabuhan, pergudagangan.

Ia menambahkan dengan jaminan ketersediaan pangan, energi, dan persenjataan maka perusahaan-perusahaan yang sudah besar tersebut dapat melanjutkan ekspansi bisnis ke luar negeri.

"Setelah mampu mempertahankan pasar dalam negeri dengan memenuhi segala kebutuhan, maka BUMN tersebut dapat melakukan ekspansi. Bertahan adalah strategi yang menyerang yang baik," tegasnya.

Di hadapan sekitar 200 orang direksi dan komisaris BUMN, Dahlan menyatakan sudah saatnya perusahaan "plat merah" membuktikan bahwa BUMN menjadi mesin pertumbuhan ekonomi.

"Harus ada sejumlah yang menjadi pemimpin Asia minimal di kawasan Asia Tenggara. Perusahaan Indonesia harus eksis di kancah global," tegasnya.

Untuk itu menurut Dahlan, sudah saatnya dalam penataan BUMN pola `right sizing` (penyesuaian jumlah) direalisasikan, dengan mengurangi jumlah BUMN.

"Harus diidentifikasi mana BUMN yang harus dibesarkan, dipertahankan, digabung dengan BUMN lainnya, atau bahkan dihilangkan sama sekali (likuidasi)," tegasnya.

Ia mengaku jika ada BUMN yang memiliki skala usaha kecil dan tidak memiliki prospek untuk dipertahankan sebaiknya dilikuidasi saja.

"Kalau memang satu BUMN tidak diperlukan tidak usah dipertahankan karena energi habis terkuras hanya untuk menyelematkan perusahaan-perusahaan yang tidak memiliki nilai strategis apalagi merugi," katanya. (rr)




PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat