Kenaikan BBM

Dahlan: INKA Pasok KRL KAI Mulai 2016

  • Sehari, Pesawat Lion Air Terbang 700 Kali

    Sehari, Pesawat Lion Air Terbang 700 Kali

    Tempo
    Sehari, Pesawat Lion Air Terbang 700 Kali

    TEMPO.CO, Jakarta -Lion Air kini menjadi salah satu maskapai penerbangan swasta terbesar di Indonesia. Beroperasi sejak tahun 2000, Lion Air terus melakukan ekspansi besar-besaran sebagai maskapai penerbangan murah atau low cost carrier di Indonesia. Tak hanya melayani rute dalam negeri, Lion Air juga melayani penerbangan luar negeri seperti ke Vietnam, Malaysia, Singapore, dan Arab Saudi. …

  • OJK Cabut Izin Usaha Asuransi Jiwa Nusantara

    Antara

    Jakarta (ANTARA) - Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan mencabut izin usaha PT Asuransi Jiwa Nusantara yang berkantor pusat di Jakarta Selatan sejak 12 Juni 2013. Direktur Komunikasi dan Hubungan Internasional OJK Gonthor R Aziz dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu, menyebutkan pencabutan izin usaha itu berdasar Keputusan Dewan Komisioner Nomor KEP-42/D.05/2013 tanggal 12 Juni 2013. ... …

  • Gita Ajak Indonesia Tiru Cara Gangnam Style  

    Gita Ajak Indonesia Tiru Cara Gangnam Style  

    Tempo
    Gita Ajak Indonesia Tiru Cara Gangnam Style  

    TEMPO.CO, Jakarta -- Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menekankan pentingnya meningkatkan potensi diri untuk bisa bersaing di era global. "Bagaimana bisa bersaing kalau tak dapat meng-gangnam-kan diri kita sendiri," kata Gita saat memberi kuliah umum kepada 1.900-an mahasiswa dalam acara Bank Mandiri "National Lecturer Series 2013", Rabu, 19 Juni 2013. …

Jakarta (ANTARA) - Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan mulai 2016 PT Kereta Api Indonesia (KAI) tidak lagi mendatangkan kereta api rel listrik (KRL) bekas dari Jepang, karena kebutuhannya sudah dapat dipenuhi PT Industri Kereta Api (INKA).

"Selama ini KAI selalu mendatangkan kereta bekas dari negara lain. Namun, tiga tahun lagi KAI tidak lagi impor kereta tapi sudah harus menggunakan produksi INKA," kata Dahlan, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat.

Menurut dia, saat ini INKA terus berbenah meningkatkan kualitas produksi gerbongnya.

"INKA membuat kereta sesuai keinginan pemesan. Tidak hanya KAI, jika produksi INKA memenuhi syarat kualitas dunia bisa saja di ekspor ke negara lain," ujar Dahlan.

Menurut mantan Direktur Utama PLN ini, INKA juga bekerjasama dengan produsen kereta kelas dunia seperti Mombardier maupun General Electric.

"INKA harus fokus pada produksi kereta, sejalan dengan tingginya kebutuhan KRL di dalam negeri, jangan memikirkan yang bukan bidangnya (otomotif)," ujarnya.

Pada kesempatan itu Dahlan secara tegas meminta agar perusahaan yang berpusat di Madiun, Jawa Timur ini tidak melanjutkan pembuatan mobil nasional.

Meski begitu ditambahkannya, dirinya tidak akan menghalangi INKA untuk memproduksi mobil sepanjang ada investor untuk memenuhi pesanan.

"Bisa memproduksi mobil jika ada dananya, tapi kalau tidak sebaiknya tetap fokus pada produksi kereta," kata Dahlan.(tp)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Jajak Pendapat Yahoo!

Setujukah Anda jika Pekan Raya Jakarta kembali diselenggarakan di Monas?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat