H+5 Terperangkap

Dahlan Iskan, Mayat dan Kuntilanak  

  • SBY Pilih Chatib Basri Sebagai Menteri Keuangan

    SBY Pilih Chatib Basri Sebagai Menteri Keuangan

    Tempo
    SBY Pilih Chatib Basri Sebagai Menteri Keuangan

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memilih Kepala BKPM Dr Chatib Basri sebagai Menteri Keuangan pengganti Agus Matowardojo. »Atas pendidikan, pengalaman yang cakap, Chatib Basri saya pilih menjadi Menteri Keuangan,” kata SBY di Istana Negara, Jakarta, Senin 20 Mei 2013.

  • KAI Siapkan Kereta Tambahan untuk Mudik  

    KAI Siapkan Kereta Tambahan untuk Mudik  

    Tempo
    KAI Siapkan Kereta Tambahan untuk Mudik  

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) sedang mempertimbangkan pengoperasian kereta tambahan untuk masa mudik Lebaran tahun ini. "Masih dibahas, mudah-mudahan nanti awal Juni sudah ada," kata Juru Bicara KAI Daerah Operasi I (Daop I) Jabodetabek, Sukendar Mulya, saat dihubungi Tempo, Minggu, 19 Mei 2013.

  • Dahlan Iskan: Perusahaan Outsourcing Harus Berubah

    Dahlan Iskan: Perusahaan Outsourcing Harus Berubah

    Tempo
    Dahlan Iskan: Perusahaan Outsourcing Harus Berubah

    TEMPO.CO , Jakarta:Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan mengatakan bahwa perusahaaan outsourcing yang akan bekerja sama dengan perusahaan BUMN harus mengubah sistem perusahaan untuk memenuhi tender. Pertama, perusahaan tersebut harus mempunyai sistem jenjang karier dan sistem kepegawaian.

TEMPO.CO, Jakarta-PT Kertas Leces kembali beroperasi setelah lebih dari dua tahun mati suri. Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan punya istilah yang menggambarkan perkembangan perusahaan kertas ini: mayat dan kuntilanak.

Dahlan menuliskannya dalam artikel berjudul Mayat itu berjalan lagi bukan sebagai Kuntilanak yang dipublikasikan Senin, 2 Juli 2012. Sejak dua minggu Leces yang berlokasi di selatan Probolinggo ini sudah mulai siuman. Tanda-tanda kehidupan sudah mulai kelihatan. Suara mesin sudah kembali menderu. "Bukan sebagai mayat berjalan, tapi sebagai pasien yang sudah bisa dipaksa berjalan," tulis Dahlan.

Semula negara sudah setuju menyuntik uang Rp 200 miliar ke Leces. Tapi ketika Dahlan minta penggerojokan uang itu ditunda ketika ia diangkat menjadi Menteri BUMN. Dahlan ingin melihat pokok persoalannya. Ia juga melihat suntikan dana pemerintah tahun sebelumnya ternyata tak bisa mengangkat nasib Leces.

Dahlan menyimpulkan Leces membutuhkan manajemen yang kuat. Namun, mencari pemimpin di perusahaan yang limbung juga bukan perkara mudah. Masuk dalam tim manajemen Leces yang sedang pingsan, kata Dahlan, sama saja menjerumuskan diri. "Leces rupanya masih bernasib baik. Seseorang yang bernama Budi Kusmarwoto mau dijebloskan ke situ," ujar Dahlan.

Budi Kusmarwoto, kata Dahlan, punya pengalaman panjang saat menjadi direktur anak perusahaan PLN (PT PLN Engeneering) sehingga memudahkan menganalisis kondisi perusahaan. Leces kembali beroperasi tanpa gerojokan dana pemerintah. Uang Rp 200 miliar akan dipakai untuk menebus utang Leces yang hampir Rp 1 triliun.

Dahlan memuji kinerja Budi. "Antusiasmenya meledak-ledak. Gairah kerjanya tidak pernah padam. Kecintaannya pada pekerjaan membuat motto hidupnya hanya kerja,kerja, kerja! Antusiasme itu yang juga terlihat menular ke seluruh tim Leces sekarang ini."

Leces belum teruji akan menjadi perusahaan yang akan hidup sehat. Tapi setidaknya Leces sudah kembali berjalan. "Bukan sebagai kuntilanak, tapi sebagai badan yang sudah lengkap dengan rohnya. Roh antusias dan roh penuh kiat!"

YANDI

Berita lain:

Dahlan Iskan Dinilai Genit Mengejar Popularitas

Bom Waktu Dahlan Iskan

Serangan Balik terhadap Dahlan Iskan

Dahlan Iskan Seperti Koboi Mencari Lawan

Kronologi Zig-zag ala Dahlan Iskan

Dahlan Ancam Copot Bos BUMN yang Tak Lapor Kekayaan

Dahlan: 70 Persen BUMN Menyuap Kala Tender

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Artikel Bisnis Terpopuler

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat