TEMPO.CO , Banda Aceh:Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara bakal menghidupkan empat proyek vitas di Nanggroe Aceh Darussalam. Keempat proyek vital itu adalah PT Arun LNG, PT Kertas Kraft Aceh (KKA), PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) dan PT Asian Aceh Fertilizer (AAF).
"Kami hidupkan kembali," kata Menteri Negara BUMN, Dahlan Iskan di Banda Aceh, Ahad, 2 September 2012. Perusahaan itu akan dihidupkan guna meningkatkan pendapatan negara.
Menyangkut revitalisasi empat perusahaan raksasa di Aceh Utara itu, pemerintah akan mengubah secara mendasar operasionalnya. PT Arun LNG yang akan mengakhiri eksploitasi gas alam pada 2014, akan menjadi terminal gas untuk wilayah Sumatera bagian Utara dan ditargetkan bisa beroperasi akhir 2013.
"Arun sudah final kemarin, kami putuskan untuk receiving LNG terminal. Tidak ada masalah lagi, sudah ditenderkan," ujar Dahlan.
Bulan depan, pemerintah akan menender proyek pembangunan pipa gas dari Arun ke Medan yang pengerjaannya ditagetkan selama 12 bulan.
PT KKA yang sudah sekian lama tak beroperasi akan dijadikan pemasok listrik untuk wilayah Aceh Utara dan sekitarnya. Untuk menjadi perusahaan kertas akan berat dan proses panjang, mengingat kurangnya bahan baku pohon.
PT PIM yang selama ini masih beroperasi dengan satu mesin saja, karena terbatas pasokan gas, akan berfungsi maksimal pada 2014. Begitu juga halnya dengan PT AAF.
ADI WARSIDI
Timor Leste Pesan Panser dari Pindad
Pindad Jajaki Pasar Irak dan Uganda
Dahlan Iskan: Birokrasi Indonesia Masih Buruk
Harga Gas Naik, Pengusaha Minta Pasokan Dipenuhi
Pengusaha Sangsi Pasokan Gas Nasional Memadai


