Dahlan: Obligasi Rekap Bank BUMN Terserah Menkeu

Jakarta (ANTARA) - Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan opsi penyelesaian obligasi rekap yang ada di Bank BUMN diserahkan kepada Kementerian Keuangan yang ditargetkan selesai pada 2012.

"Apa saja opsinya yang akan ditempuh kami serahkan kepada Menteri Keuangan sebagai pemegang saham BUMN," kata Dahlan, usai menjadi pembicara pada "Mandiri CFO Forum: Creating Optimum Growth trought Efficiency Management", di Jakarta, Kamis.

Menurutnya, penyelesaian obligasi rekap semakin cepat semakin bagus karena akan semakin membebani perusahaan.

Diketahui pemerintah sedang mengkaji beberapa opsi penyelesaian obligasi rekap, yaitu membeli kembali (buy back) oleh pemerintah, kedua dibeli oleh Bank Indonesia, dijual ke pasar uang, dan debt switch (konversi uang menjadi saham).

"Saya setuju saja terhadap Menteri Keuangan. Semangat kita sudah satu, harus dilaksanakan," ujar Dahlan.

Sebelumnya Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan untuk obligasi rekapitalisasi ini, pemerintah bersedia mendiskusikannya.

Karena itu Kementerian Keuangan, akan mengajak Bank Indonesia dan Kementerian BUMN serta bank-bank pemegang obligasi rekapitalisasi untuk mempelajari opsi penarikan obligasi itu.

Pasalnya ditambahkan Agus Martowardojo, di bawah Kementerian BUMN ada perusahaan seperti asuransi dan dana pensiun yang profilnya lebih cocok untuk memegang obligasi rekapitalisasi yang bertenor panjang.

Meski begitu Dahlan berpesan, bahwa penyelesaian obligasi rekap tidak hanya di Bank Mandiri, tetapi juga di Bank BUMN lainnya.

"Kebetulan Mandiri itu bank paling besar. Ya, kalau ini diselesaikan pasti mereka sangat senang," ujar Dahlan.

Obligasi rekapitalisasi adalah surat utang yang diterbitkan pemerintah pada saat krisis moneter 1997-1998. Jumlah obligasi rekapitalisasi itu mencapai Rp430 triliun dengan tenor paling panjang sampai 2020. (tp)


PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.