Jakarta (ANTARA) - Menteri BUMN Dahlan Iskan mengharapkan PT Perkebunan Nusantara III Persero dapat menggarap sendiri pembangunan pabrik "oleochemical" tanpa mengajak pihak swasta.
"Saya sudah bilang ke PTPN itu mengapa harus kerja bareng swasta. Kita bangun sendiri saja," kata Dahlan Iskan di Jakarta, Rabu.
Menurut Dahlan, bila mengajak swasta dalam pembangunan pabrik "oleochemical" tersebut, maka mereka akan mendapatkan saham sebesar 25 persen. Oleh karena itu, ia menginstruksikan PTPN III dapat membatalkan kerjasama dengan swasta.
Sebelumnya, PTPN III berencana membangun pabrik "oleochemical" dengan nilai investasi Rp1,2 triliun. PTPN III sudah melakukan "beauty contest" untuk memilih calon investor dari Jerman, Italia, China, dan Korea Selatan.
Pembangunan pabrik oleochemical akan dibangun di Sei Mangkei, Sumatera Utara. Sementara, produksi "oleochemical" diperkirakan akan dilakukan pada tahun ini dengan kapasitas produksi dari pabrik baru mencapai 400.000 ton.
Proyek ini diharapkan menjadi pionir bagi pengembangan industri hilir kelapa sawit dan "crude palm oil" (CPO) atau minyak sawit mentah. Rencananya untuk tahap awal pembangunan kawasan Sei Mangkei sebagai kawasan industri khusus akan dipakai untuk membangun pabrik "refinery" dan "oleochemical" seluas 104 hektar.
Total pengembangan kawasan industri khusus Sei Mengkei membutuhkan investasi sedikitnya Rp6,8 triliun termasuk untuk industri di dalamnya. Kawasan industri khusus seluas 104 hektar ini secara bertahap akan ditingkatkan menjadi 600 hektar hingga 3.000 hektar.
PTPN III berencana mengalokasikan kebutuhan belanja modal (capex) sebesar Rp2,715 triliun pada tahun ini. Dananya dipergunakan untuk investasi rutin, pengembangan industri, serta investasi tambahan.
Dana belanja modal ini diperoleh dari kas internal perusahaan. Investasi rutin diperkirakan sekitar Rp1,393 triliun. Investasi tersebut terdiri dari investasi tanaman yang dialokasikan sebesar Rp607,181 miliar dan non tanaman sebesar Rp789,169 miliar.(ar)


