Jakarta (ANTARA) - Menteri BUMN Dahlan Iskan tidak akan melayangkan teguran kepada PT PLN Persero terkait dengan padamnya aliran listrik di Terminal 1 dan 2 Bandara Udara Internasional Soekarno-Hatta, Senin (24/9).
Dahlan menilai kasus padamnya listrik di kedua terminal Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) itu di luar kendali PLN.
"Mau bagaimana, itu kan karena kebakaran. Jadi, saya tidak menegur PLN karena penyebabnya ini di luar kemampuan PLN," kata Dahlan saat ditemui di kantor pusat BTN, Jakarta, Selasa.
Ia menceritakan, listrik di Bandara Soetta padam disebabkan daerah yang berada tepat di sekitar Gardu Duri Kosambi, Tangerang, Banten mengalami kebakaran sehingga percikan apinya membuat gardu listrik itu turut terbakar.
"Yang harus ditegur itu penegak hukum di pemda setempat karena membolehkan pembangunan bangunan-bangunan di bawah instalasi vital seperti itu," katanya.
Dahlan juga tidak akan menegur pengelola Bandara Soetta, PT Angkasa Pura II Persero.
Hal ini karena transmisi yang disediakan oleh AP II berfungsi dengan baik.
"Peristiwa ini beda dengan yang dulu. Dulu, waktu mati listrik dan penyebabnya itu kita tidak bisa terima. Karena `backup`-nya tidak berfungsi," ungkapnya.
Dahlan memberikan apresiasi kepada manajemen AP II karena genset yang dimilikinya berfungsi baik sehingga tidak membuat kepanikan yang terjadi di terminal tersebut.
"Cuma saya paham, masyarakat terpengaruh karena lampu mati. Intinya, ke depan harus pakai `solar cell`," katanya.
"Solar cell" (sel tenaga surya) juga dapat dipasang di atap-atap bandara.
Begitu juga dengan ruangan yang tersebar di seluruh terminal di Bandara Soetta agar bila sewaktu-waktu listrik padam, maka penerangan dari tenaga surya dapat dimanfaatkan, katanya.(rr)


