Dan, Pertumbuhan Ekonomi Cina pun Makin Melambat

Liputan6.com, Jakarta: Di saat banyak negara maju mengalami pukulan pertumbuhan ekonomi yang berat di 2010, Cina kala itu justru bisa melejit dengan pertumbuhan ekonomi dua digitnya.

Data Biro Statistik Nasional (NBS) Cina menunjukkan pertumbuhan ekonomi  2010 sebesar 10,3%.

Cina baru merasakan ekonominya terkena dampak krisis global sejak tahun 2011 yang saat itu pertumbuhan ekonominya mulai melambat di angka 9,2%.

Perlambatan ekonomi pun makin menjadi memasuki tahun 2012. Sejak triwulan pertama 2012, ekonomi Cina hanya tumbuh 8,1%, lalu triwulan II-2012 tumbuh 7,6% dan triwulan III-2012 yang baru saja dirilis sebesar 7,4%.

Cina kini harus berfokus agar pertumbuhan ekonominya di triwulan IV-2012 tidak lagi turun sehingga target tahun ini yang sebesar 7,5% akan aman.

Pertumbuhan ekonomi Cina di triwulan III-2012 adalah yang terlambat dalam tiga tahun terakhir. Total pertumbuhan ekonomi Cina kini telah melambat selama tujuh kuartal berturut-turut.

Seperti dilansir dari Reuters, Senin (22/10), Perdana Menteri Cina Wen Jiabao menyebut pertumbuhan ekonomi Cina triwulan III-2012 sebagai relatif baik dan pertumbuhan ekonomi mulai stabil walau pun hanya di angka 7,4% atau di bawah target 7,5%.

Sang Perdana Menteri itu yakin target pertumbuhan ekonomi satu tahun penuh di 2012 tidak akan turun di bawah 7,5%. Menurutnya akan ada perubahan positif dalam beberapa bulan ke depan.

Optimisme sang Perdana Menteri ini cukup beralasan, karena ada tiga inidikator ekonomi yang mengalami kenaikan.

Ketiga indikator ekonomi yang naik itu adalah pertumbuhan produksi industri yang naik dari 8,9% menjadi 9,2%. Investasi aktiva tetap naik dari 20,2% menjadi 20,5%. Serta penjualan ritel naik dari 13,2% menjadi 14.2%.

Pencapaian PDB (pertumbuhan domestrik bruto) Cina di triwulan III-2012 ini adalah yang pertama kalinya di bawah target. Melambatnya ekonomi Cina salah satunya karena menurunnya permintaan barang dari negara maju yang terkena krisis seperti Amerika.

Cina sendiri hingga kini belum mengeluarkan paket stimulus untuk mendorong ekonominya seperti yang dilakukan banyak negara lain. Menurut para analis Cina memang belum perlu mengeluarkan paket stimulus karena tanpa paket itu pun pertumbuhan ekonominya tetap tertinggi di dunia.

Hanya saja yang dicemaskan pelaku pasar jika Cina saja ekonominya melambat bagaimana dengan negara maju lainnya yang bisa jadi melambatnya lebih parah lagi. Bisa ditebak kondisi seperti itu akan menyebabkan ekonomi global yang makin lesu.(MEL)