AS dan Selandia Baru Tanda Tangani Kerja Sama Pertahanan

Washington (AFP/ANTARA) - Amerika Serikat dan Selandia Baru, Selasa, menanda tangani satu perjanjian untuk memperluas kerja sama pertahanan tetapi itu tidak mengubah larangan bagi kapal-kapal perang Amerika yang bersenjata nuklir singgah di pelabuhan negara itu.

Perjanjian itu adalah terbaru dalam serangkaian usaha Amerika Serikat untuk mengubah fokus strategisnya ke kawasan Asia-Pasifik, sementara Washington mengawasi kekuatan militer China yang meningkat.

Menteri Pertahanan Selandia Baru Jonathan Coleman mengusulkan dialog keamanana serta pelatihan bersama antara angkatan bersenjata dua negara itu.

Perjanjian tingkat pejabat tinggi itu mengakui pentingnya kerja sama keamanan yang ada antara Selandia Baru dan AS dalam konteks kebijakan luar negeri yang bebas, dan berusaha membangun kerja sama dalam tahun-tahun ke depan," kata Coleman dalam satu pernyataan,


Pentagon (departemen pertahanan AS) mengatakan kemitraan itu "akan meliputi kerja sama keamanan di bidang-bidang seperti kerja sama keamanan maritim, bantuan kemanusiaan dan pertolongan dalam terjadinya bencana, operasi-operasi dukungan pemeliharaan perdamaian."


Perjanjian itu menyerukan peningkatan "kewaspadaan kawasan maritim," satu kalimat yang biasanya mengacu pada kerja sama dalam intelijen dalam mengawasi lalu lintas maritim.

Para pejabat senior AS harus menjalin perjanjian-perjanjian serupa dengan negara-negara lain di kawasan itu termasuk Australia, dalam satu usaha mengimbangi kekuatan militer dan ekonomi China yang meningkat.

Perjanjian Selasa itu menggambarkan mencairnya hubungan militer yang dingin antara dua negara itu.

Sejak tahun 1985, Selandia Baru menolak mengizinkan kapal-kapal AS yang bersenjata nuklir dan yang berkekuatan nuklir singgah di pelabuhan-pelabuhannya.

Sementara Washington menolak mengungkapkan apakah kapal-kapalnya bertenaga nuklir atau tidak, Selandia Baru melarang masuk bagi semua kapal angkatan laut Amerika.

Seorang juru bicara Pentagon mengatakan perjanjian itu tidak mengubah pertentangan pada era Perang Dingin.

"Mengenai persinggahan pelabuhan itu, kendatipun kami menghargai kemitraan kuat kami, kebijakan kami menyangkut kapal-kapal nuklir tidak dibatalkan batal dan tetap tidak berubah sebagai akibat deklarasi ini," kata Mayor Catherine Wilkinson kepada AFP.

"Kapal-kapal Angkatan Laut dan Penjaga Pantai AS tidak akan singgah di pelabuhan Selandia Baru, tetapi kami akan menunggu kesempatan-kesempatan lain untuk mendekati Pasukan Pertahanan Selandia Baru," katanya.(rr)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.