Jakarta (ANTARA) - Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution mengatakan proses aset yang aman (save heaven) di kancah ekonomi dunia masih berlangsung hingga krisis ekonomi Eropa usai.
"Proses `save heaven` ini masih terus terjadi. Jadi ada sejumlah dana dari seluruh dunia, baik negara berkembang maupun maju itu mencari keamanan ke negara yang dianggap aman seperti di Amerika Serikat dan Jepang," kata Darmin di Jakarta, Rabu malam.
Hal tersebut, menurut dia, bisa membuat investasi dalam mata uang dolar AS keluar dari Indonesia sehingga membuat permintaan akan dolar meningkat.
Jika sebelumnya bisa diimbangi dengan persediaan dolar yang cukup, karena ketatnya permintaan maka bisa terjadi persediaan mata uang tersebut akan lebih sedikit dari permintaannya.
"Tekanannya yang lihat kurs itu meningkat dan rupiah sedikit melemah. Tapi itu terjadi di seluruh negara, kecuali di AS dan di Jepang," tambah Darmin.
Oleh karena itu menurut Darmin, peran BI dalam menjaga pasokan dolar cukup besar agar jangan samapi ada lonjakan permintaan dan investasi yang keluar dari Indonesia.
"BI harus jual dolar supaya masuk di pasar dan proses save heaven sepertinya sampai dengan ada berita baik dari krisis di Eropa," jelas dia.
Dalam beberapa bulan terakhir, nilai tukar rupiah mengalami fluktuasi yang menurut sejumlah ekonom penyebab utamanya adalah krisis di kawasan Eropa, khususnya gejolak politik di Yunani.
Menurut data Bank Mandiri (BMRI), nilai tukar rupiah pada kuartal IV-2011 mengalami pelemahan hingga mencapai 9.800 per dolar AS.
Namun perkiraan moderat dari BMRI ke depan, nilai tukar rupiah akan berada di kisaran 9.200 hingga 9.400. (tp)


