Demo di Depan Kedubes AS Sempat Ricuh

Jakarta (ANTARA) - Massa yang berjumlah ribuan orang dari Forum Umat Islam yang berdemonstrasi di depan Kedubes AS di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin sekitar 15.20 WIB, sempat ricuh.

Massa yang berdemonstrasi ke Kantor Kedubes AS untuk mengecam video "Innocence of Muslims" itu mengawali aksinya dengan menggelar Shalat Asar berjamaah di dua sisi ruas jalan.

Aksi sempat diwarnai ketegangan antara massa dan aparat kepolisian yang berjaga-jaga sejak Senin siang, karena massa sontak berlari menerobos barikade aparat saat memasuki Balai Kota.

Kericuhan pun langsung terjadi sesaat setelah massa mendekati Kedubes AS. Pergerakan massa yang cepat di saat barikade aparat masih longgar itu membuat aparat segera menembakkan gas air mata kepada kerumunan massa yang dibalas dengan lemparan batu ke arah kedutaan.

Kericuhan pun pecah, "water canon" dan gas air mata terus ditembakkan ke arah massa. Korban pun berjatuhan. Dari pihak massa pendemo, tampak beberapa orang terluka yang langsung dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulans.

Massa sempat terpecah, namun massa berkumpul kembali di Jalan Medan Merdeka Selatan.

Hingga saat ini, ruas jalan di depan Kantor Kedubes AS masih ditutup untuk kendaraan bermotor.

Ribuan orang yang menggelar demonstrasi ke Kedubes AS itu berasal dari berbagai aktivis Forum Umat Islam, di antaranya Front Pembela Islam, Laskar Pembela Islam, dan Gerakan Reformasi Islam.

Massa berunjuk rasa mengecap pembuat video yang juga warga negara AS yang dinilai melecehkan umat Islam.

"Umat Muslim di Indonesia mengutuk orang-orang kafir yang menghina Rasulullah. Kami mengecam salah satu warga AS yang telah membuat film yang melecehkan umat Islam," kata Abdul Bakar saat berorasi di atas mobil pengeras suara sembari membentangkan poster bertulis "Go To Hell America".

Cuplikan film "Innocence of Muslims" telah menyulut unjuk rasa di berbagai negara di Timur Tengah dan Muslim Indonesia pun beraksi akibat video tersebut. (tp)


PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat