Demokrat: Rhoma Irama Tak Bersalah

TEMPO.CO, Yogyakarta - Partai Demokrat selaku pengusung Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara) meminta para pendukung pasangan itu belajar dari kasus dugaan SARA setelah Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) memanggil Rhoma Irama.

»Sebaikanya ke depan para pendukung bisa menghindari segala bentuk kampanye yang menjurus saling serang, saling hujat, memaki, yang bisa dindikasikan lagi sebagai SARA,” kata politisi Partai Demokrat, Mohammad Jafar Hafsah di Yogyakarta, Rabu, 8 Agustus 2012.

Secara pribadi, mantan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR itu menilai persoalan SARA atau tidak adalah masalah persepsi. Sehingga, lanjut Jafar, penyelesaiannya harus dengan melihat atau mendengar penjelasan langsung dari yang diduga menyebarkan.

Dengan pedoman itu, menurut dia, Rhoma Irama tidak bersalah karena hanya mengutip dan mengulang dari ayat Al-Quran.

»Selama Rhoma bisa menjelaskan kalau itu bukan SARA ya tidak masalah, berarti bukan (SARA). Ini kan hanya soal menjelaskannya seperti apa,” kata Jafar.

Namun, lantaran persepsi di lapangan berbeda sehingga menimbulkan polemik di kancah Pilkada Gubernur DKI. Oleh karenanya, Jafar berharap elemen masyarakat yang bersimpati pada Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli memperbaiki lagi cara berkampanye supaya bersinggungan dengan isu serupa.

PRIBADI WICAKSONO

Berita terkait:

Polemik Rhoma Irama, Jokowi Nyanyi ''Darah Muda''

Rhoma Irama: Saya Hanya Berdakwah

Pengamat: Rhoma Irama Tak Sensitif

Jokowi Tak Akan Laporkan Rhoma Irama

Panwaslu Miliki Video Rhoma Irama Ceramah SARA

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat